Arema Berduka Dengan Kepergian Legendanya


Arema Berduka Dengan Kepergian Legendanya

Mejapoker88  -  Persepakbolaan Nasional di terpa Berita duka, Wafatnya Panus Korwa tak hanya menjadi duka bagi pebulu tangkis nasional, Nitya Krishinda Maheswari. Namun, juga menjadi kesedihan salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia, Arema.

Keluarga besar Arema telah kehilangan salah satu legenda terbaiknya. Panus Korwa, striker Arema Malang era 1980-1990-an mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit  Budi Rahayu Blitar, pukul 05.40, (16/11). 

Panus meninggal dalam usia 58 tahun akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Kesehatan pria kelahiran Papua itu terus menurun dalam enam bulan belakangan. 

Panus meninggalkan dua anak, salah satunya Nitya, dan juga sang adik Indrawati Anjani. Kabar duka tersebut, membuat Nitya langsung mengundurkan diri dari keikutsertaannya di China Open 2016. Pasangan duet Greysia Poli itu juga batal tampil di ajang Tiongkok dan Hong Kong Open 2016 pada pekan depan. 

”Setelah mendengar ayahnya meninggal, Nitya langsung meninggalkan Tiongkok. Kemungkinan besar siang besok (hari ini), dia sampai di Blitar. Kalau Nitya sudah datang, Panus akan segera dimakamkan,” kata adik ipar Panus, Retno Sri Widiati. 

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Retno mengungkapkan beberapa keinginan terakhir Panus. ”Dia ingin ikut Nitya ke Jakarta. Dekat dengan anak-anaknya. Bahkan, sebenarnya, Nitya sudah menyiapkan acara rekreasi bersama ayahnya dan keluarga Blitar di Batu,” kata dia. 

Sementara itu, Johanes Geohera, mantan rekan satu tim Panus di Arema Malang mengaku tak bisa melupakan sosok almarhum. ”Dia itu kalau main semangat sekali. Kontrol bolanya bagus. Di luar lapangan, dia itu usil, suka nggudoi,” kata pria yang kini menjadi pelatih Persema Malang tersebut.

Sebagai catatan tambahan, Panus sudah menjadi bagian Arema Malang pada musim perdana mereka di Kompetisi Galatama VIII/1988. Kebersamaan Panus bersama Arema Malang berlanjut hingga Galatama XII/1992. 

Setelah gantung sepatu, Panus menjadi pelatih untuk sekolah sepak bola (SSB). Tahun lalu, wartawan koran ini juga sempat bertemu dengan Panus yang berjualan kopi di depan Taman Krida Budaya. Selama jalan, legenda! 



Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.