Kashira Uozumi Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan

Kashira Uozumi Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan

Kashira Uozumi Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan

Mejapoker88  -  Kashira Uozumi, pria berusia 25 tahun ini resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Ia meludahi dan memukul Haritz Ardiansyah, wartawan NET TV saat meliput banjir di wilayah Kemang, Jakarta Selatan.

"Yang bersangkutan kita proses dengan menerapkan pasal 351 dan 406. Sesuai dengan yang dilaporkan ke polisi," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan, Kamis (13/4).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, terungkap siapa sebenarnya sosok Kashira Uozumi. Pemuda berparas blasteran Jepang ini rupanya lihai dalam urusan cukur mencukur rambut.

Terbukti, ia mempunyai barber shop alias tempat cukur khusus pria di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia mempekerjakan teman-temannya.

Selain itu, pemuda lulusan luar negeri ini juga mempunyai sebuah distro.

"Bersangkutan setelah sekolah luar negeri, bikin usaha ada distro dan barber shop," beber Budi.

Tempat usaha Kashuri, tak jauh dari lokasi saat ia menganiaya Haritz Ardiansyah. Tersangka, lanjut Budi, punya keahlian mencukur rambut.

"Punya keahlian skill untuk gunting rambut maka ada teman-teman dekat yang dipekerjakannya."

Namun, di balik semua itu. Ada fakta yang lebih mencengangkan. Kashira positif narkoba.

"Kami mengambil suatu kebijakan untuk melakukan tes urine kerja sama dengan Satuan Narkoba, hasil tes urine itu positif amfetamin."

Menurut Budi, narkoba yang digunakan oleh tersangka salah satunya yaitu berjenis ganja. "Terus ganja dan obat-obatan untuk kasus tersebut kami kembalikan ke Satuan Narkoba yang menangani karena sampai sekarang belum ditemukan barang bukti," ujarnya.

Sementara itu, terkait permintaan maaf dan ingin berdamai yang sempat diunggah Kashuri melalui media sosialnya, Budi menanggapi jika hal itu tidak berpengaruh kepada proses penyidikan.

"Kalau masalah damai bukan urusan saya, proses penyidikan proses hukum. Itu urusan terlapor dan korban," ujar Budi.

"Jadi Satuan Reskrim ini hadir untuk proses hukum," tutupnya.

Sebelumnya, Wartawan NET TV, Haritz ardiansyah menceritakan perbuatan tak menyenangkan yang ia terima.

"Saya tidak punya niat apa-apa sama sekali hanya untuk melengkapi naskah di berita saya yang menceritakan banjir itu," kata Harizt di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Dia menjelaskan, sebenarnya sedang mengambil stock shoot mobil yang sedang mogok, yakni mobil mini cooper warna biru. Tiba-tiba saja, orang yang berada dekat mini cooper itu datang dan langsung memukulnya di pipi bagian kiri.

Lebih jauh, Harizt mengatakan, setelah dipukul, ia langsung lari ke belakang untuk mengamankan diri, dan selanjutnya bernegosiasi dengan orang yang menyerangnya.

"Saya langsung lari ke belakang, mengamankan diri menenangkan diri dan berusaha untuk negosiasi," katanya.

Dia mengaku, bahwa kedua belah pihak sudah setuju menghapus rekaman. Tapi, pelaku dan ketiga temannya berusaha merampas kamera yang dipegang korban. Mendapat penganiayaan, Harizt tak mau melawan.

"Saya nggak berniat untuk melawan, karena saya memikirkan kamera dan jika saya melawan, saya salah, menurut saya kalau melawan," ujarnya.

Setelah kejadian itu, Harizt pun memutuskan kan untuk langsung melaporkan tindak kekerasan yang ia terima tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.


Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.