Abu Vulkanik Gunung Agung Mampu Membelah Badan Pesawat

Abu Vulkanik Gunung Agung Mampu Membelah Badan Pesawat
Abu Vulkanik Gunung Agung Mampu Membelah Badan Pesawat 


mjpk88.com - Dampak erupsi Gunung Agung , Bali berdampak terhadap penerbangan yang terjadi di berbagai Bandara Internasional di Indonesia. Sejumlah maskapai yang menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, maupun sebaliknya dibatalkan. Alasannya karena abu vulkanik Gunung Agung sangat berbahaya.

Pusat Vulcanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM melalui pos pantau Gunung Agung, Secara resmi sudah mengeluarkan edaran Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) atau zona berbahaya bagi pesawat yang melintas di Gunung Agung.

Dalam artian sejak dikeluarkannya zona larangan tersebut, pesawat harus mencari rute lain untuk menghindari bahaya jika tiba-tiba Gunung Agung meletus.

Kabid Mitigasi dan Geologi Kementerian ESDM I Gede Suantika mengatakan kenapa abu vulkanik ini kemudian menjadi penting bagi dunia penerbangan? "Karena abu itu halus sekali. Dan pada zaman dulu pesawat terbang tidak dilengkapi dengan radar, sehingga tidak bisa mendeteksi adanya abu gunung api," jawabnya.

Suantika menerangkan, jika pesawat masuk ke wilayah VONA dimana merupakanwilayah sebaran abu gunung api yang halus, maka mesin pesawat akan menyedot abu tersebut, kemudian abu vulakanik yang halus itu akan terkumpul dalam mesin.

jika sudah masuk ke dalam mesin, kemudian karena panas di atas 500 derajat, abu ini akan melelh dan berubah menjadi gelas dan akhirnya akan melapisi turbin. "Lama-lama karena menebal, turbin pesawat itu akan mati dan bisa menyebabkan kecelakaan," terangnya.

Menurut penelitian yang dilakukan NASA, debu gunung berapi bisa merusak fungsi baling-baling pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.

Abu silika yang ukurannya sangat kecil, diameternya antara 6 mikron hingga 2 mm, bisa terbawa angin dengan mudah. Lapisan debu ini juga mengacaukan sensor temperatur sehingga sistem mati-otomatis keempat mesinnya menjadi aktif.

Abu dari gunung berapi sulit dihilangkan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk hilang sepenuhnya jika tidak segera diambil tindakan.

Jika hal ini terjadi dan dibiarkan, sekecil apa pun, tentu sangat membahayakan. Sebab badan pesawat didesain agar bisa mengembang dan mengempis saat diudara dan di darat, menyesuaikan tekanan udara.

Abu silika gunung berapi memiliki titik leleh pada suhu 1.100 derajat celsius. Lelehan itu bisa menempel dan melumerkan komponen bilah-bilah turbin di dalam mesin jet, atau nozzle yang dalam pesawat jet modern suhunya bisa mencapai 1.400 derajat celsius.

Abu vulkanik yang menempel di pesawat dalam jumlah banyak juga akan merusak aliran udara di sekitar badan pesawat dan justu menjdai penghambat laju.

Pesawat yang baru saja melintas area abu vulkanik akan mendapatkan pengecekan secara menyelutruh. Hal ini untuk memastikan tidak ada residu-residu abu vulkanik yang menempel di badan pesawat. Jika ada komponen-komponen yang terdampak, seperti rusak atau berubah bentuk karena terkikis juga harus diganti secepatnya.

Sejauh ini memang belum ada insiden pesawat jatuh yang dipicu oleh debu gunung berapi. Namun dari kasus-kasus sebelumnya yang dipaparkan di atas bisa jadi leading factor yang menimbulkan bahaya yang lebih besar.





untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI


 
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.