Jenderal Perang Bosnia Tenggak Racun di Pengadilan

Jenderal Perang Bosnia Tenggak Racun di Pengadilan

Dihukum 20 Tahun, Jenderal Perang Bosnia Tenggak Racun di Pengadilan 

mjpk88.com - Mantan Jenderal Perang Kroasia Bosnia, Slobodan Praljak (72) meninggal dunia setelah menelan racun di pengadilan saat hakim di Pengadilan Den Haag menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepadanya atas kasus kejahatan perang.

Rekaman video dari Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) menggambarkan adegan dimana Praljak tengah memiringkan kepalanya ke belakang sambil menenggak sebuah minuman dari botol kaca kecil. Hal itu dilakukan Praljak saat hakim sedang membacakan vonis tersebut.

"Slobodan Praljak bukan penjahat perang, saya menolak putusanmu dengan penghinaan," teriak Praljak sebelum menelan cairan itu.

Mendengar teriakan tersebut hakim langsung menunda persidangan dan meminta agar menarik tirai untuk menutup. Ambulans yang berada di sekitar gedung langsung meluncur dan para medis langsung berlari ke ruang sidang.

Ruang sidang kemudian langsung diamankan sebagai tempat kejadian perkara. Beberapa saat setelahnya Perdana Menteri Kroasia, Andej Plenkovic, mengonfirmasi bahwa mantan jenderal tersebut telah meniggal. Plenkovic juga menyampaikan belasungkawa.

Hingga kini belum diketahui jenis racun apa yang ditelan Praljak. Mantan Asisten Menteri Pertahanan Kroasia yang juga Komandan Dewan Pertahanan Kroasia itu sebelumnya mengajukan banding atas hukuman 20 tahun penjara yang diterimanya.

Pada tahun 2013, Praljak dan enam mantan pemimpin Kroasia Bosnia yang dinyatakan bersalah karena melakukan kejahatan kemanusian dan kejahatan perang, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan Muslim Bosnia.

Menurut dakwaan, Praljak dinilai memainkan peran penting dalam mengamankan senjata dan amunisi bagi tentara Dewan Pertahanan Kroasia. Pelanggaran itu berlangsung antara tahun 1992 dan 1994 yang merupakan bagian dari konflik yang berujung pada pecahnya bekas Yugoslavia di awal tahun 1990an.

Hakin banding menguatkan temuan persidangan sebelumnya yang melibatkan rezim Kroasia di bawah Presiden Franjo Tudjman dalam sebuah persekongkolan kriminal. Tujuannya "pembersihan etnis terhadap populasi Muslim" di beberapa bagian Bosnia untuk memastikan dominasi Kroasia.

Kepemimpinan Kroasia Bosnia, bersama dengan pemimpin Kroasia, ingin menjadikan wilayah ini sebagai bagian dari "Greater Croatia," kata ICTY ketika kasus tersebut pertama kali diajukan melalui pengadilan.

Keenamnya menerima hukuman yang berkisar antara 10 sampai 25 tahun. Tidak ada banding lebih lanjut yang mungkin dilakukan.





untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.