Kapolda Papua dan Pangdam Cendrerawasih Nyaris Ditembak Kelompok Penyandera

Kapolda Papua dan Pangdam Cendrerawasih Nyaris Ditembak Kelompok Penyandera

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Asisten Operasional Kapolri Irjen Irawan, dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George Enaldus Supit memimpin langsung Operasi Terpadu yang mengevakuasi warga yang diisolasi oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua. 


mjpk88.com - Pembebasan sandera di Banti, Kimbeli dan area longsoran Distrik Tembagapura, Papua, menyisahkan sebuah cerita menegangkan, terutana dalam detik-detik menjelang pembebasan sandera.

Kepala Kepolisisan Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar dan Panglima Daerah Militer XVII/ Cenderawasih Mayjen TINI George Elnadus Supit diberitakan nyaris tertembak.

"Saat kegiatan evakuasi warga oleh tim gabungan TNI dan Polri, anggota kami masih diserang dengan tembakan oleh KKB dari jarak jauh dan ketinggian. Bahkan, Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam diberitakan hampir terkena". Kata Kepala Penerangan Daerah Militer XVII/ Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi di Timika.

Aidi mengakui upaya pembebasan 344 warga sipil terisolasi di tiga tempat itu penuh resiko lantaran KKB terus menghujani aparat dan warga dengan tembakan jarak jauh.

"Itulah resiko yang diambil aparat TNI dan Polri unutk menyelamatkan masyarakat demi kepentingan kemanusiaan. Terkadang keselamatan dirinya sendiri diabaikan demi kepentingan masyarakat" ujar Aidi.

Aidi mengisahkan detail pembebasan 344 warga itu. Dia menyebutkan, pasukan TNI sudah bergerak ke lokasi sasaran sejak lima hari sebelumnya. Mereka terdiri dari 13 personel dan 20 personel dari Batalyon 751/ Raider, dengan tugas khusus merebut Kampung Kimbeli dari KKB.

Selain itu Peleton Intai Tempur Kostrad bersama Batalyon Infantri 754/ Eme Neme Kangsi dengan personel masing-masing 10 orang bertugas merebut Kampung Banti.
"Mereka bergerak dengan sangat senyap, sangat rahasia pada malam hari. Lalu pada siang hari mereka mengendap, membeku. sambil mempelajari situasi, secara perlahan sekali mereka sampai di titik sasaran" ujar Aidi.

Akhirnya pada Jumat siang, aparat gabungan berhasil menguasai kedua kampung. Mereka pun langsung mengevakuasi warga ke dua titik uang berbeda.
Sebelumnya diberitakan, setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbeli dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata.





untuk mengetahui cerita lebih lanjut, KLIK DISINI

 
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.