Rahasia Kekuatan Beton Romawi Kuno Terungkap

Rahasia Kekuatan Beton Romawi Kuno Terungkap

 

mjpk88.com - Walau dibangun ribuan tahun lalu, arsitektur kuno tidak pernah berhenti mencengankan dunia modern dengan ketangguhannya. Di Indonesia misalnya, Borobudur yang selesai dibangun sekitar 825 Masehi masih berdiri dengan gagah di Magelang, Jawa Tengah.

Baru-baru ini tim peneliti yang dipimpin oleh ahli geologi Marie Jackson dari University of Utah mengungkapkan rahasia tersembunyi dari arsitektur kuno yang dibangun oleh bangsa Roma. Walaupun diterpa air laut selama 2.000 tahun, pelabuhan beton dari peradaban ini masih mampu bertahan hingga sekarang dan justru menjadi semakin kuat.

Jackson menjelaskan bahwa beton modern biasanya dibuat dengan semen Portland, sebuah campuran dari pasir silika, batu gamping, tanah liat, kapur dan bahan lainnya yang dilebur secara bersamaan pada suhu tertentu. Pada beton, adonan mengikat semua bebatuan secara keseluruhan.

Namun keseluruhan batu itu harus tetap pada posisinya dan tidak berubah sama sekali. Sebab, reaksi kimia yang tidak diinginkan dapat menyebabkan beton retak, erosi dan runtuh.

Sebaliknya, beton Romawi diciptakan dengan abu vulkanik, air kapur dan air laut. Kemungkinan para bangsa Romawi mendapatkan inspirasi tersebut setelah mengamati reaksi kimia dalam deposit abu vulkanik pada batuan tufa. Mereka juga mencampurkan batuan vulkanik yang terus menerus bereaksi dan memperkuat beton hingga sekarang.

Dalam sebuah proyek penelitian sebelumnya di bawah pimpinan Jackson, para peneliti telah mengumpulkan sampel beton laut Romawi dari beberapa pelabuhan di sepanjang pantai Italia. Kini, mereka memetakan sampel tersebut menggunakan mikroskop elektron. Setelah itu dilakukan pemindaian dengan menggunkan X-ray microdiffraction dan Raman spectroscopy untuk mengidentifikasi semua butir mineral pada beton.

Hasil pemindaian menunjukkan adanya aluminium tobermorite yang melimpah pada beton, sebuah mineral berbasis silika keras yang cukup langka dan sulit di buat di laboratorium.

Mineral ini, bersama dengan mineral langka lainnya yang disebut phillipsite, tumbuh dalam beton berkat air laut yang mengalir di sekitarnya. Ketika diterpa air alut, abu vulkanik pada beton menghilang dan menyisahkan ruang untuk mengembangkan struktur yang diperkuat dengan kedua mineral di atas.

"Bangsa Romawi menciptakan beton mirip batu yang tumbuh subur dalam pertukaran kimia terbuka dengan air laut," kata Jackson.

Sayangnya, resep untuk menciptakan bangunan seperti itu telah hilang dimakan waktu. Para ilmuwan hanya dapat menciptakan kembali bahan-bahan yang digunakan dengan meneliti bangunan yang masih ada.

Namun, tidak semua negara dapat mengakses bahan vulkanik yang digunakan dalam beton ini. "Orang Romawi beruntung dapat memeiliki batu-batu ini. Kita tidak memeliki banyak batu seperti ini di dunia, jadi harus ada subtansi yang dibuat," kata Jackson.





untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.