5 Alasan Hitler Sangat Membenci Yahudi

5 Alasan Hitler Sangat Membenci Yahudi

 

mjpk88.com - Hitler terkenal melakukan Holocaust selama tahun 1934-1945 yang membunuh kurang lebih enam juta Yahudi di seluruh Eropa yang dia duduki. Meskipun banyak sekali yang pro kontra tentang kejadian ini, namun fakta bahwa Hitler membenci anak-anak Yudea itu tidak pernah bisa dipungkiri lagi. Di dalam Mein Kampf Hiteler dengan tegas menyalahkan Yahudi atas kemalangan dan kekalahan Jerman selama Perang Dunia pertama.

Berikut beberapa alasan sebab mengapa sang Fuhrer itu begitu membenci Yahudi yang beredar di masyarakat. Sebagian adalah fakta dan sebagian juga merupakan rumor yang beredar di masyarakat.


1. Yahudi Menguasai Perekonomian Austria

Austria atau lebih tepatnya Kerajaan Austro-Hongaria adalah salah satu kerajaan besar di Eropa. Ia bersanding dengan Jerman, Inggris, Perancis, Rusia, Swedia dan Turki Usmani pada waktu itu. Di kerajaan inilah Hitler dilahirkan di tahun 1889. Pada waktu itu meskipun wilayah kekuasaannya besar, namun perekonomian Austro-Hongaria tidaklah mulus.

Hitler yang terlahir sebagai anak pegawai negeri harus merasakan pahit getirnya perekonomian Austro-Hongaria yang kalang kabut. Negara yang ditinggali berbagai macam etnis tersebut seperti terkotak-kotak dan tidak teratur. Etnis-etnis lokal seperti etnis Jerman, Slovak, Hunyad (Hongaria), Cheko. Balkan (Kroasia,Bosnia) dan Slavia saling berebut kekuasaan di pemerintahan. Sementara orang-orang Yahudi yang menghuni wilayah itu lebih memilih menggeluti dunia usaha.

Ketimpangan ekonomi antara bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa asli Austro-Hongaria begitu nampak di Vienna. Ibu Kota Austro-Hongaria itu dikuasai Yahudi secara ekonomi. Banyak sekali toko-toko dan pabrik yang dijalankan oleh keluarga-keluarga Yahudi. Ia merasa menjadi warga kerajaan yang menjadi nomor dua di negaranya jika dihadapkan dengan Yahudi. Ketimpangan sosial itu yang akhirnya membuat Hitler begitu membenci Yahudi.

2. Terpengaruh Faham Anti Semit di Vienna

Hitler muda tinggal di Vienna, Ibu Kota Kerajaan Austro-Hongaria mulai tahun 1905. Tujuan hidupnya adalah masuk ke sekolah seni di sana. Namun ia harus gagal dan harus hidup dengan menjadi pelukis jalanan. Waktu ayahnya meninggal, sebenarnya meninggalkan warisan yang cukup jika dia berhemat. Namun nyatanya dia harus bangkrut.

Hidup di jalanan membuat Hitler harus bertemu dengan masyarakat bawah dan keras dan juga berbagai paham yang tumbuh di dalamya. Salah satu politisi Vienna yang terkenal menyuarakan anti semit di waktu itu adalah Karl Lueger. Karl Lueger adalah pemimpin Partai Katolik Sosialis yang kemudian sempat membawanya sebagai wali kota Vienna waktu itu.

Tidak ada yang jelas menyebutkan hubungan Hitler dengan Karl Lueger. Namun banyak yang mengindikasikan bahwa pandangan politik populis dan anti semit dari Partai Katolik Sosialis pimpinan Karl Lueger ini yang menjadi landasan dasar pandangan Partai Nazi.

3. Gagalnya Hitler Menjadi Pelukis

Di tahun 1910 Hitler menjual lukisannya  kepada Samuel Morgenstern. Seorang penjual lukisan yang berbisnis di kota Vienna. Klien Morgenstern sebagian besar merupakan orang Yahudi, salah satu yang paling sering membeli lukisan-lukisan Hitler adalah Josef Feingold seorang lawyer yang berdarah Yahudi.

Ada kemungkinan Hitler cek cok dengan pembeli lukisannya. beberapa artikel atau pernyataan oral yang Hitler katakan kemudian hari mengindikasikan sebuah kebenciannya tersendiri terhadap orang-orang yang membeli lukisannya. entah karena harga yang ditawar terlalu murah atau sekedar kualitas lukisannya yang masih diragukan.

4. Faktor Perang Dunia Pertama

Dalam beberapa kesempatan, Hitler menyebutkan bahwa teman-teman tentaranya sewaktu Perang Dunia I yang berdarah Yahudi mempunyai sifat pengecut dan tidak nasionalis. Tidak disebutkan secara jelas siapa nama dan pangkat orang yang Hitler maksud.

Pada waktu Perang Dunia I banyak orang-orang Yahudi mendaftarkan diri di kesatuan-kesatuan militer. mereka layaknya Hitler yang mencari penghidupan dalam perang. 
Hitler berpendapat bahwa kekalahan Jerman di perang itu adalah juga karena kesalahan Yahudi. Diyakini Hitler Yahudi tidak serius untuk mendukung Jerman dalam memenangkan perang. Hitler beropini jika para pengusaha Yahudi itu lebih memihak kepada siapa yang akan memberikan kepada mereka keuntungan lebih.


5. Kecemburuan

Kehidupan Hitler muda tidaklah banyak terkuak, namun seorang teman Der Fuhrer semasa muda akhirnya menggungkapkan cerita tentangnya. August Kubizek menceritakan kehidupan persahabatan dengan Hitler di kota Vienna. Dan salah fakta adalah bahwa Hitler pernah menyukai seorang gadis yang bernama Stefanie Isak yang merupakan seorang keturunan Yahudi.

Disebutkan bahwa Hitler begitu tergila gila dengan gadis itu, ia bahkan mengukur kecantikan wanita lain dengan takaran sosok Stefanie Isak. Hitler menggambarkannya sebagai seorang gadis yang mirip dengan Dewi Valkyrie. Namun Stefanie Isak tidak pernah tahu jika Hitler benar-benar mencintainya. Ia hanya tahu bahwa Hitler adalah sososk pemalu dan pendiam. Tidak ada cacatan bahwa Hitler pernah mencintai wanita lain seumur hidupnya. Bahkan Eva Braun yang kemudian menikah sehari sebelum mereka bunuh diri bersama barangkali hanya Hitler anggap sebagai pendamping, tidak lebih dari itu.






untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI



























Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.