6 Gempa Terdahsyat yang Pernah Tercatat di Dunia

6 Gempa Terdahsyat yang Pernah Tercatat di Dunia

 

pokerbumi.com - Diperkirakan ada 500 ribu gempa yang terjadi tiap tahunnya. Sekitar 100 ribu di antaranya bisa dirasakan oleh manusia.

Seperti pada Jumat 15 Desember 2017, jelang tengah malam. Kala itu, gempa kuat mengguncang Jawa Barat bagian selatan. Akibatnya, empat orang tewas, jalanan retak, sejumlah bangunan ambruk. Guncangan juga dirasakan di Jakarta, terutama mereka yang tinggal di gedung-gedung tinggi.

Awalnya, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,3 skala Richter, sebelum memperbaruinya menjadi 6,9 skala Richter.
Sementara itu, Badan Survei Geologi AS mengatakan, lindu berpusat di Cipatujah itu berkekuatan 6,5 Skala Richter.

Indonesia bertopang pada zona tektonik yang sangat aktif, pertemuan tiga lempeng besar dunia : Pasifik, Australia dan Eurasia serta sejumlah lempeng kecil lainnya.
Negara kita berada di lingkaran 'cincin api pasifik' atau Pasific Ring of Fire dan daerah kedua yang paling aktif di dunia Sabuk Alpide. Terjepit di wilayah kegempaan berarti, Tanah Air menjadi lokasi sejumlah letusan gunung berapi dan gempa terdahsyat yang pernah terjadi di dunia.

Pasifik Ring of Fire adalah sabuk gempa terhebat di dunia. Serial garis patahan yang membentang 40 ribu kilomter dari Chile di Belahan Bumi Barat lalu ke Jepang dan Asia Tenggara.
Kira-kira 90 persen dari semua gempa bumi di dunia dan 80 persen dari gempa bumi terbesar di dunia terjadi di sepanjang Ring of Fire ini.

Berikut ini 6 gempa terkuat sepanjang sejarah umat manusia, yang tercatat oleh instrumen buatan manusia : 

1. Chile 1960 : 9,5 Skala Richter

Hari itu, 22 Mei 1960 bumi berguncang hebat selama 11 menit. Seorang saksi mata yang bernama Jose Argomedo yang sedang menunggang kudanya segera meloncat turun.
Ia mengira, Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet telah menjelma menjadi adu kekuatan senjata nuklir. Malapetaka membayangi benaknya.

Baru beberapa hari sebelumnya Argomedo mendengar kabar, ketegangan antara kedua negara adidaya itu memuncak. Rudal Soviet baru saja menjatuhkan pesawat mata-mata Amerika. Dari Moskow sang pemimpin Nikita Khruschev mengancam akan memperlakukan Amerika seperti kucing yang kepergok mencuri. 

Namun perkiraannya salah, Perang Dunia III tak sedang berlangsung. Guncangan  itu disebabkan oleh gempa yang dahsyat bahkan yang terkuat yang pernah tercatat sepanjang sejarah umat manusia.
Gempa tersebut terjadi pukul 15.11 waktu setempat berkekuatan 9,5 SR, lebih besar dari kekuatan gempa yang memicu Tsunami yang terjadi di Aceh.

Pusat gempa tercatat berada di lepas pantai dekat Canete, sekitar 900 km sebelah selatan Santiago, Ibu Kota Chile. Lindu terjadi sebagai akibat subduksi lempeng Nazca ke bawah lempeng Amerika Selatan.

Akibatnya sungguh luar biasa, kematian dan kehancuran terjadi dimana-mana. Terutama di Valdivia, dimana setengah bangunan yang ada di sana hancur lebur. Tak hanya itu, korban yang selamat dari gempa harus menghadapi kejutan yang sama sekali yang tak terduga yaitu Tsunami.

Sekitar 15 menit pasca gempa, gelombang setinggi 25 meter menghantam wilayah pesisir. Ribuan orang tewas seketika. Diperkirakan jumlah korban tewas di Chile mencapai 1.655 orang. 
Tsunami yang terjadi di Chile juga di alami di beberapa negara, 15 kemudian, ombak raksasa menghantam wilayah pesisir Hilo dan Big Island di Hawaii, akibatnya 600 rumah rusak, 185 orang dinyatakan tewas atau hilang.

Sehari kemudian, tsunami setinggi lebih dari 5 meter datang menerjang Jepang, menewaskan 138 orang. Kemudian menyeberangi Samudera Pasifik menuju Filipina, menyebabkan 32 orang tewas atau hilang dan terakhir pantai barat AS yang membuat kerusakan di California.

Gempa Chile 1960 merupakan yang terbesar yang pernah tercatat sepanjang sejarah, walau bukan yang terburuk.

2. Alaska 1964 : 9,2 Skala Richter

Pada 27 Maret 1964, sekitar pukul 17.36 waktu setempat, sebuah gempa besar mengguncang area Prince William Sound, Alaska. Akibatnya 15 orang tewas akibat gempa. Sedangkan 113 orang tewas akibat Tsunami.

Gelombang Tsunami tertinggi terjadi di kawasan Shoup Bay dan Valdez Inlet dengan ketinggian sekitar 219 kaki atau 67 meter yang menghanyutkan bangunan kawasan tersebut. Di Chenega 25 orang dikabarkan terbawa gelombang Tsunami.

Korban jiwa terbanyak berasal dari Kawasan Prince William Sound, setelah terjadi tanah longsor akibat guncangan gempa dan terjangan Tsunami. Air limpahan dari lokasi ini juga menyerang daerah tetangga, Port Lades.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat gempa terjadi sekitar 4,5 menit dan itu adalah lindu terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah AS.

3. Aceh 2004 : 9,1 Skala Richter

Minggu pagi 26 Desember 2004, tak ada yang menyadari sebuah peristiwa kolosal sedang terjadi di Samudera Hindia, lepas pantai Sumatera. Di dasar Bumi, di kedalaman 30 kilometer, lempeng Hindia disubduksi oleh lempeng Burma. Akibatnya sungguh tak terbayangkan.

Saat jarum jam menunjukkan pukul 07.58 WIB, gempa dengan kekuatan 9,1 Skala Richter terjadi. Pulau Sumatera berguncang hebat terutama Aceh. Lindu kencang yang berlangsung selama 10 menit memicu kepanikan. Kendaraan-kendaraan dihentikan di jalan, mereka yang sedang berolahraga pagi tiarap bahkan berbaring di trotoar atau aspal.

Saking kuatnya, Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut, gempa berdampak pada rotasi bumi, memperpendek durasi satu hari selama 2,68 mikrodetik, sedikit mengubah betuk planet manusia dan menggeser Kutub Utara beberapa sentimeter.

Di Meulaboh, yang terletak 245 km sebelah tenggara Banda Aceh, lautan surut jauh, ikan-ikan menggelapar di sana sini. Warga yang penasaran menghampiri pantai.

Beberapa saat kemudian, panik terjadi, gelombang raksasa dari laut menuju kencang ke arah mereka. Orang-orang berlarian ke segala arah. Mencari selamat. Air bah yang datang juga bergulung ke pusat Kota Banda Aceh dan menerjang apapun yang dilewatinya.

Dari Aceh, gelombang Tsunami memantulkan ke 12 pantai di pesisir Samudera Hindia. Korban-korban berjatuhan di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, Myanmar, Malaysia, Somalia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, dan Kenya. Total 230 ribu nyawa terenggut.

4. Jepang 2011 : 9 Skala Richter

Jumat 11 Maret 2011 pukul 13.46 waktu setempat, gempa berkekuatan 9,0 skala richter mengguncang Jepang. Lindu juga mengakibatkan gelombang Tsunami setinggi 10 meter yang menghempas ke daratan.

Lebih dari 20 ribu jiwa tewas, belum yang dinyatakan hilang. Tsunami juga menenggelamkan kawasan pesisir.

Desa-desa terendam, terlupakan dan membeku. Gelombang Tsunami juga menerjang PLTN Fukushima Dai-Ichi. Membuat reaktor luruh dan memicu krisis nuklir terparah yang menimpa Jepang pasca-Perang Dunia II, Ketika bom atom menghancurkan Kota Hiroshima dan Nagasaki.

Pada 2014, Tokyo Earthquake Research Institute mengeluarkan hasil studi yang mengkhawatirkan bahwa gempa 11 Maret 2011 telah menyebabkan tekanan besar pada pertemuan lempeng tektonik yang berada di bawah Tokyo. 

Lembaga penelitian tersebut juga memperkirakan hal tersebut bisa memicu gempa berkekuatan 7.3 skala richter. Meski kekuatannya jauh lebih kecil, dampaknya bisa luar biasa di kawasan padat penduduk. Mereka memperkirakan sekitar 10 ribu orang akan tewas dan kerugian ekonomi bisa mencapai 1 triliun dollar. 

Dampak gempa Tohoku 2011 lalu, juga menambah potensi terjadinya gempa besar di Ibu Kota Jepang, Tokyo. Namun para seismolog tak bisa memprediksi kapan lindu akan terjadi atau sistem sesar mana yang akan pecah.

5. Rusia 1952 : 9 Skala Richter

Gempa kuat yang terjadi pada 4 November 1952 di Semenanjung Kamchatka, Rusia. Awalnya, kekuatannya disebut sebesar 8,2 skala richter. Namun kemudian direvisi menjadi 9 skala richter. 

Hebatnya, tak ada korban jiwa satupun di sekitar episentrum gempa tersebut. Baru beberapa lama kemudian, korban jiwa dilaporkan, itupun bukan nyawa manusia.

Di wilayah 3.000 mil jauhnya, enam ekor sapi di Hawaii mati karena Tsunami yang dipicu oleh gempa dahsyat Semenanjung Kamchatka. Rusia.

6. Chile 2010 : 8,8 Skala Richter

27 Febuari 2010, gempa berkekuatan 8,8 skala richter mengguncang Chile. Korban yang di timbulkan akibat gempa itu relatif banyak, sekitar 500 orang.

Mark Simons, ahli geofisika di Caltech, Pasadena, California mengatakan, Chile sering mengalami letusan gunung berapi dan gempa bumi. Tercatat, sejak 1973 lebih dari 10 kejadian gempa bumi terjadi di Chile berkekuatan di atas 7 skala richter.

Gempa 8,8 skala richter Chile memungkinkan menggeser poros bumi dan memperpendek usia hari. Demikian dikatakan para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Selasa 2 Maret 2010. 

Perubahan poros bumi tidak signifikan, tapi berlangsung permanen dimana, berdasarkan perhitungan awal, satu hari akan menjadi lebih pendek 1.26 mikrodetik. Satu mikrodetik sama dengan satu per satu juta detik.

Gempa bumi 9,1 SR tahun 2004 yang memicu gelombang Tsunami mematikan di Samudera Hindia, memperpendek hari sebesar 6,8 mikrodetik. Di sisi lain, usia hari bisa bertambah. Sebagai contoh, bila waduk Three Gorges di China diisi air, maka waduk tersebut akan menampung 40 kilometer kubik air. Perubahan massa tersebut akan memperpanjang usia hari sebesar 0,06 mikrodetik.







untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI













































Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.