Asal Mula Perang Israel dengan Palestina

Asal Mula Perang Israel dengan Palestina

Peta Jalur Gaza, terpisah dari wilayah Palestina yang lain 

mjpk88.com - Konflik yang berkepanjangan selama 60 tahun lebih di titik awal mula penyebab konflik, inti dari konflik ini adalah perebutan wilayah jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Israel adalah negara yang didirikan untuk kaum Yahudi. Kaum Yahudi adalah kaum yang tidak memiliki tanah air dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Karena kasus Holocoust yang dialami kaum Yahudi oleh Nazi Jerman, diputuskan memberikan tempat bagi kaum Yahudi untuk bertempat tinggal.

Setelah melalui proses panjang akhirnya pada tahun 1948, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang-orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri tercapai. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda atau Palestina untuk ditempati, tapi mereka memilih Palestina.

Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina.

Sebenarnya konflik ini sangat berkaitan dengan unsur Agama. Para Yahudi sangat ingin mengambil atau menempati Bukit Zion dan sekitarnya (daerah Palestina, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur) yang dikeramatkan dan dipercaya oleh mereka bahwa tempat itu tempat suci tuhan mereka.

Dengan kedatangan bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.

Berdasarkan perjanjian Sykes Picot tahun 1915yang secara rahasia dan secara sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu selebar-lebarnya untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bagi bangsa Palestina.

Aksi Inggris selanjutnya memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina.

Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No.181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes besar-besaran dari penduduk Palestina yang mengelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan oleh bangsa Yahudi, mereka bersuka cita dan merayakan kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan mengalir ke Palestina.

Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidak terlepas dari dukungan dua negara besar Amerika Serikat dan Inggris. Berkat mereka akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Sejak 1918 hingga 1948 sekitar 600.000 Yahudi diperbolehkan menempati daerah Palestina.

Tahun 1956 Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi dan Yusuf Thol'at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967 semua kawasan Palestina jatuh ke wilayah Israel.

Peristiwa ini terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977 terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.

Akhirnya terbentuk lah HAMAS sebagai bentuk organisasi dari rakyat Palestina yang ingin melepaskan wilayahnya dari kependudukan Israel dengan garis keras.

Jadi Israel menyerang Palestina untuk memperluas wilayahnya dan mendapatkan wilayah-wilayah yang diinginkan, termasuk Jalur Gaza dengan alasan rohani. Mereka menghalalkan segala cara biarpun harus membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

Padahal Yerusalem merupakan kota suci bagi 3 agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Oleh para Elite Yahudi Israel, kota suci ini dijadikan bagian dari negaranya. Padahal menurut PBB kota ini adalah Kota Internasional karena memiliki kepentingan terhadap beberapa agama. Saat ini bila kita mengunjungi kota Yerusalem sangat sulit karena dijaga ketat oleh Israel yang merasa memilikinya.




untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.