Beginilah Cara Kerja Rudal Balistik

Beginilah Cara Kerja Rudal Balistik

 

mjpk88.com - Sejumlah negara memasukkan rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) dalam daftar persenjataannya.

bahkan negara yang paling tertutup di muka bumi, Korea Utara sudah mempersenjatai diri dengan rudal balistik antarbenua. Rudal mereka bernama Hwasong 15 dengan versi yang paling baru.

Korut mengklaim, rudal mereka mencapai ketinggian 4.475 kilometer  lalu terbang sejauh 950 kilometer dalam waktu 53 menit, sebelum akhirnya jatuh di titik 250 kilometer dari pantai timur Jepang.

Rudal balistik antarbenua bisa menjadi ancaman jika dilengkapi dengan hulu ledak nuklir yang bisa menghancurkan target. Kebanyakan roket tersebut diluncurkan dari darat terbang hingga angkasa luar kemudian kembali memasuki atmosfer Bumi dan jatuh dengan cepat hingga menghantam target.

"Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang menembakkan ICBM sebagai tindakan perang melawan negara lain. Meskipun banyak negara yang sudah melakukan ujicoba," Kata Phillip Coyle penasihat sains senior dari The Center for Arms Control and Non-Proliferation.

Apa yang dilakukan oleh Korea Utara termasuk katagori ujicoba, sama seperti yang dilakukan oleh negara lain. Namun hal tersebut dianggap sebagai tindakkan provokatif, karena melampaui wilayah teritorial Pyongyang dan membuat sejumlah negara merasa waspada.

ICBM bisa melesat dari satu benua ke benua lainnya setelah diluncurkan, rudal balistik menempuh jalur parabola seperti bola baseball yang melayang di udara. "Namun, seperti yang kita lihat, rudal yang diluncurkan Korut nyaris tegak lurus," kata Coyle.

"Rudal tersebut terbang tegak lurus melawan gaya gravitasi dan turun dilokasi luar Korut. Jika daya jangkau rudal balistik itu jauh, Korut biasanya menjatuhkan ke sisi lain Negeri Sakura. Jelas hal tersebut membuat Jepang merasa waspada."

Hal yang terpenting adalah bahwa Korea Utara tak akan mungkin menembakkan ICBM secara vertikal, jika negara itu berminat melancarkan serangan nyata.

"Jika itu tujuannya, mereka akan menembakkan ke arah target lain yang jaraknya bisa ribuan mil jauhnya," jelas Coyle.

Meski pada saat diluncurkan akhir November lalu, Hwasong15 hanya terbang sekitar 620 mil atau sekitar 1.000 kilometer dari lokasi peluncuran, rudal balistik tersebut bisa melesat jauh melampaui 8.100 mil atau 13.000 kilometer jika diluncurkan dalam lintasan standar, demikian menurut David Wright, seorang ahli misil.

Setelah lepas landas, rudal balistik antarbenua akan memasuki fase peluncuran atau dorongan. Dalam tahap ini, roket akan mengirimkan ICBM ke udara, mendorongnya ke atas selama sekitar 2 sampai 5 menit sampai mencapai angkasa luar.

Roket bisa memiliki propelan cair atau padat. Propelan cair biasanya terbakar lebih lama dalam fase dorong daripada yang dimiliki propelan padat.

Apapun yang dipakai, propelan cair ataupun padat bisa mengirimkan roket sama jauhnya. "Namun kebanyakan negara memilih menggunakan propelan cair karena sudah dipahami dengan baik," kata Coyle.

Meski sejumlah negara memiliki rudal balistik termasuk AS, Rusia, China dan India tak ada yang menembakkannya dalam serangan yang ditujukan secara sengaja pada negara lain.

"Negara-negara hanya mengujinya, hanya untuk unjuk gigi, untuk membuktikan bahwa mereka mampu dan bisa melakukannya," dan hal itu yang sedang dilakukan oleh Korut sekarang. kata Coyle.


untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI

Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.