Jepang Segera Membeli Rudal Jarak Jauh

Jepang Segera Membeli Rudal Jarak Jauh

Korea Utara menggelar perayaan atas kesuksesan tes rudal termutakhir yang dilesatkan pada 29 November lalu. Perayaan itu dilaksanakan di Pyongyang pada 30 November 2017 (Jon Chol-jin/AP) 

mjpk88.com - Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera menyatakan pihaknya akan membeli rudal jarak jauh untuk pertama kali dalam sejarah demi menjawab situasi keamanan nasional yang semakin mengkhawatirkan.

"Kami akan menempatkan rudal jelajah yang mampu mempertahankan diri secara memadai, saat kami berada di luar jangkauan lawan, demi menjamin keamanan Pasukan Bela Diri dan membela bangsa kami secara efektif," ungkap Onodera. 

Salah satu juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa mereka akan membeli dua jenis rudal yakni peluru kendali anti-kapal jarak jauh dan rudal jelajah jenis Joint Air-to-Surface Missile Standoff dari kontraktor pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin dan rudal-rudal tersebut akan dipasang ke jet tempur F-15 mereka.

Selain itu, Jepang juga akan membeli rudal jenis Joint Strike Missile buatan perusahaan Norwegia, Kongsberg untuk dipasang di jet tempur F-15 yang baru saja bergabung dengan armada Angkatan Udara Jepang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang baru saja terpilih kembali pada Oktober lalu dilaporkan akan melanjutkan retorika kerasnya terhadap Pyongyang. Dalam menghadapi Korea Utara, Abe menetapkan waktu hingga 2020 untuk merevisi konstitusi Jepang yang berisi larangan bagi militer negara itu untuk melakukan tindakan ofensif.

Rudal yang akan dibeli tersebut memiliki kemampuan untuk menyerang target yang berbasis di darat maupun di laut di semua negara tetangganya termasuk China.

China yang sangat menderita ketika mereka dijajah Jepang pada Perang Dunia II disebut tidak senang atas rencana pembelian sejumlah rudal tersebut. Kedua negara yang sudah lama berseteru dalam banyak isu, termasuk perselisihan terkait kepemilikan pulau tak berpenghuni.

Tiongkok juga menyuarakan penentangannya atas penempatan sistem anti-rudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) di Korea Selatan yang disponsori Amerika Serikat. Ahli senjata percaya China khawatir karena cakupan THAAD meluas ke wilayahnya.

Ancaman Korea Utara terhadap Amerika Serikat dan sekutunya telah kembali ke garis terdepan. Setelah mereka berhasil uji coba rudal teranyar mereka Hwasong 15 pada November lalu.

Pada pekan ini AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer skala besar yang melibatkan ratusan pesawat dan ribuan tentara. Korea Utara yang melihat latihan ini dengan permusuhan dan kekhawatiran bahwa mereka dapat berlatih untuk melakukan invasi potensial. Latihan dalam minggu ini juga akan melibatkan tiga kapal induk Angkatan Laut AS.



untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI 

Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.