Kisah Sedih Dua Perempuan Korban Pelampiasan Nafsu Bejat Seorang Preman

Kisah Sedih Dua Perempuan Korban Pelampiasan Nafsu Bejat Seorang Preman

Nasib Nahas 2 Perempuan Korban Mulut Manis Preman Bertato 

mjpk88.com - Dua perempuan asal Mojokerto dan Blitar diperkosa dan disekap selama tujuh hari oleh seorang preman bertato. Preman tersebut bernama Sugiono (33) warga Dusun Tegal Gebang RT 02/RW12, Desa Sukeroja, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur.

Kasus penyekapan dan pemerkosaan berawal dari pertemuan Sugiono dengan kedua korban, AR (34) warga Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto dan YL (16) warga Dusun Donomulyo, Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

"Kami menangkap tersangka setelah korban berhasil melarikan diri dari rumah tersangka," tutur Kanit Reskrim Polsek Bangsalsari, Iptu Setiono Budhi.

Budhi menjelaskan, dari pertemuan itu si preman bertato mengajak kedua korban ke rumahnya pada Sabtu, 9 Desember 2017. Dalam pertemuan itu, tersangka mengaku jatuh hati kepada YL dan bermaksud menikahinya.

"Karena janji manis tersangka itu, hati YL luluh, sehingga mau mengikuti tersangka ke Jember. Apalagi diimingi akan di nikahi serta diberi rumah," katanya.

Selain YL, preman itu ternyata juga mengajak AR untuk datang ke rumahnya. Mereka berdua rencananya akan di perkenalkan kepada orangtuannya. Sebagai balasannya, AR akan diantarkan pulang ke rumahnya di Mojokerto.

"Namun begitu tiba di rumah tersangka di Jember, suasananya berbanding terbalik dengan janji manis tersangka. Keduannya tidak diperkenalkan kepada orang tuannya. Bahkan, keduannya di sekap tidak boleh keluar rumah. Semua pintu rumah di kunci," ucapnya.

Situasi itu dimanfaatkan oleh tersangka untuk memaksa berhubungan intim. Si preman mencari kesempatan supaya bisa berhubungan badan dengan keduannya secara bergantian, yakni saat kedua korban masuk ke kamar mandi.

"Perbuatan itu dilakukan tersangka berturut-turut selama tujuh hari, untuk melayani hasrat nafsunya," ujar Budhi.

Budhi juga menjelaskan kedua korban selama dalam penyekapan, selalu diancam akan di bunuh jika tidak melayani nafsu bejatnya. Bahkan, si preman tidak segan menganiaya kedua korbannya jika menolak atau tidak mau melayaninya.

Kesempatan untuk melarikan diri akhirnya tiba juga saat korban melihat pintu belakang yang tidak terkunci dan saat itu juga pelaku sedang tertidur pulas. Selanjutnya mereka melarikan diri lewat persawahan menuju Jalan Raya Bangsalsari. Dengan dibantu warga mereka akhirnya bisa melaporkan kasus ini ke Polsek Bangsalsari.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 285 KUHP dan Pasal 81 Ayat 1 sub pasal 76D, UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perlindungan anak. Tersangka terancam dengan hukuman minimal penjara 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 5 miliar.







untuk mengetahui cerita lebih lanjut, KLIK DISINI
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.