Mengenang Kembali Pertempuran "The Battle of the Buffet"

Mengenang Kembali Pertempuran "The Battle of the Buffet"

Related image 

mjpk88.com - "Semua mata mengalihkan pandangan ke arahnya dan dengan mulut ternganga saat melihat sepotong pizza turun dari wajahnya yang berwarna sawo matang itu dan merosot ke setelan jas hitamnya yang bagus itu".

Kalimat tersebut adalah sepotong kata dari Otobiografi Ashley Cole, menceritakan apa yang terjadi di lorong Old Trafford setelah duel Manchester United dengan Arsenal di ajang Premier League pada 2004 lalu. Beberapa orang menyebutnya sebagai 'pizzagate' sementara media Inggris ada juga yang memberi julukan 'Battle of the Buffet'.

Tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2004, MU meraih kemenangan atas Arsenal. Hasil pertandingan tersebut menyudahi rangkaian tak terkalahkan Arsenal yang sudah mencapai 49 laga secara beruntun dan masih menjadi rekor Premier League hingga saat ini.

Apa yang di tuliskan Cole di Otobiografinya merupakan salah satu scene dalam bentrok antarpemain dan beberapa staf kedua klubdi lorong ganti pemain Old Trafford. Meski sudah beberapa tahun terjadi detil peristiwa tersebut masih belum benar-benar tergambar dengan jelas. Beberapa tabloid Inggris menyebut bahwa kedua tim saling melemparkan makanan seperti sup, roti isi dan pizza.

Adegan yang paling diperhatikan dalam peristiwa tersebut adalah sepotong pizza yang melayang di atas kepala pemain dan kemudian mendarat di atas kepala Sir Alex Ferguson. Selain Cole, Phill Neville dan Martin Keown membenarkan hal tersebut. Kabarnya Cecs Fabregas lah pelempar Pizza tersebut, meski dia tak khusus membidik kepala Ferguson.

Panas Sebelum Laga 

Arsenal menyambangi Old Trafford sebagai pemuncak klasemen. Bukan cuma berada di posisi teratas, mereka adalah juara bertahan Premier League setelah pada musim sebelumnya menjalani kompetisi tanpa terkalahkan. Arsenal datang dengan cacatan 49 laga tanpa terkalahkan dan Old Trafford dibidik menjadi tempat mereka menggenapkan cacatan hebatnya menjadi 50 laga tanpa terkalahkan.

"Sepanjang pekan Arsenal berkoar soal bagaimana hebatnya meraih 50 laga tanpa terkalahkan di Old Trafford. Kesalahan besar. Mereka justru membuat kami bersemangat. Lima puluh laga tanpa terkalahkan? Tidak akan. Tidak akan di tempat kami," kata Rooney kala itu.

Bukan cuma itu yang membuat laga menjadi sangat panas. MU dan Arsenal masih dibayangi pertemuan setahun sebelumnya di tempat yang sama, yang berkesudahan 0-0. Ketika itu MU dapat hadiah pinalti jelang laga tuntas, namun sepakan Van Nistelrooy mentah oleh tiang gawang. Stiker asal Belanda itu langsung dicemooh dan diintimidasi oleh beberapa pemain Arsenal. Pada akhirnya muncul keributan kecil yang melibatkan beberapa pemain.

"Tensi panas itu sudah terbangun sejak 12 bulan yang lalu. Sebelumnya atas apa yang terjadi di 2003, dimana terjadi kekacauan saat beberapa orang melompat di sekitar Ruud. Tapi setiap pertandingan yang kami jalani, suasanannya luar biasa. Itu sangat beringas. Itu bukan perang, tapi seperti dua petinju kelas berat di dalam ring," sebut Neville.

90 Menit yang Paling Berat yang Pernah Aku Lalui

Seperti terjadi setahun sebelumnya, duel MU dengan Arsenal penuh dengan adu fisik, tekel menjurus kasar, aksi diving dan keputusan kontroversial dari wasit Mike Riley.

Neville bersaudara sama-sama dapat kartu kuning karena tekel kasar mereka kepada Jose Antonio Reyes. Sementara Cristiano Ronaldo juga menjadi sasaran pemain-pemain Arsenal. Di satu kesempatan Mike Riley luput melihat aksi Nistelrooy mengangkat sepatunya kearah Cole, Riley juga tidak menghukum Rio Ferdinand saat melakukan professional faul kepada Freddie Ljungberg.

Sebaliknya Riley malah memberi MU penalti di menit ke 73. Penalti itu dianggap kontroversial karena Sol Campbell tidak terlihat benar-benar melakukan pelanggaran pada Rooney yang jatuh dikotak terlarang. Nistrlrooy yang maju sebagai eksekutor membawa MU unggul 1-0. Satu gol dari Rooney lainnya memastikan MU menang dan memutuskan rangkaian 49 laga tak terkalahkan milik Arsenal.

"Di sepanjang kehidupan saya sebagai atlet, saya tidak pernah menerima tendangan sebanyak di Manchester, Itu pertandingan terberat yang pernah saya jalani," ujar Reyes.

"Riley mempengaruhi hasil pertandingan, kita tahu dia bisa melakukan itu di Old Trafford. Kami dirampok. Sama sekali tidak ada kontak untuk penalti itu, bahkan Rooney mengatakan hal itu. Kami hanya bisa menguasai performa wasit. Kita semua tahu dia (Nistelrooy) hanya bisa mencurangi orang yang tidak tahu siapa dia," seru Wenger usai laga.

'Perang di Lorong'

Tidak di ketahui secara pasti apa yang sebenarnya memicu kemarahan di dalam lorong Old Trafford tersebut. Banyak yang menyebut itu berawal dari konfrotasi antara Nistelrooy dan Wenger.

"Saat kami berjalan di dalam lorong dari plastik itu semuanya berjalan masing-masing. Kemudian ada teriakan 'kalian curang' dan para pemain berlari dan saling mendorong menuju lorong yang lebih lebar. Saya terjepit di tengah-tengah. Saya mendengar Boss (Wenger) mengomel pada Ferguson dengan bahasa Perancis, dia beradu debat dengan orang Skotlandia itu," kisah Cole.

"Potongan pizza itu melayang di atas kepalaku dan mengenai Fergie tepat dikepalanya. Bunyi yang dimunculkan dari lemparan itu menggema di lorong dan semuannya langsung berhenti perkelahiaan, teriakannya, semuanya. Semua mata beralih memandangnya dan mulut menganga tidak percaya melihat sepotong pizza merosot turun dari wajah yang terkenal itu dan merosot ke setelan hitamnya yang bagus."

"Saya pikir Ferguson akan meledak tapi dia langsung jalan menuju ruang ganti sambil mengutuk dan menggerutu, membersihkan remah-remah dan noda di kerahnya. Kami semua kembali ke ruang ganti dan menahan tawa. Yang bisa saya katakan adalah si tersangka bukan orang Inggris atau Perancis. Anda bisa mengerucutkan siapa orangnya," lanjut Cole.

Soal pizza yang mengenai kepala Fergie, Neville menyebut itu sebagai kejadian yang tak disengaja. "Sir Alex datang ke ruang ganti dengan ada makanan di blazernya. Kenapa melempar pizza? Sesama laki-laki anda tidak melempar pizza, Anda berbalas pukulan. "Saya tidak berpikir pizza itu disengaja diarahkan pada Sir Alex. Lorongnya hanya sekitar satu meter lebarnya, jadi saat ada 22 pemain itu menjadi lorong yang sangat kecil dan anda bisa saja mengenai orang lain."

MU dan beberapa klub Premier League punya kebiasaan meletakkan makanan di lorong menuju ruang ganti pemain usai setiap pertandingan. Menu yang biasanya adalah Pizza dan ayam.

Usai Laga

Apa yang terjadi di lorong ganti Old Trafford membuat relasi Ferguson dengan Wenger mencapai titik terburuk. Rivalitas keduannya yang sudah panas sejak awal tahun 2000 makin menjadi-jadi dan bahkan terus bertahan hingga beberapa tahun berselang.

Terkait beberapa kejadian di pertandingan itu, FA menjatuhkan beberapa hukuman. Van Nistelrooy dihukum larangan main tiga laga atas tekelnya pada Cole, sementara Wenger didenda 15.000 pound sterling karena menuduh Nistelrooy curang.

Beberapa hari berselang MU dan Arsenal diminta mendatangi sebuah pertemuan yang digagas FA demi memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.

Di akhir musim gelar Premier League jatuh ke tangan Chelsea, Arsenal mengalahkan MU melalui adu pinalti di Piala FA.

Tujuh tahun setelah peristiwa itu, Martin Keown dalam wawancaranya dengan BBC mengonfirmasi kalau Fabregas lah yang melempar Pizza tersebut.

"Media terus memanasi pizzagate karena itu seperti menambah bensin pada api dalam kaitan Arsenal vs United saat itu. Itu mungkin menjadi sebuah momen yang lucu jika kita mengingatnya lagi. Itu penggalan kisah dari sebuah sejarah pertandingan antara dua klub. Yang dituduh adalah Cecs Fabregas, tapi kini peristiwa itu menjadi sesuatu yang bisa anda tertawakan," sahut Neville.




untuk mengetahui cerita lebih lanjutKLIK DISINI
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.