Penambahan Utang Negara Untuk Masa Depan Indonesia

Penambahan Utang Negara Untuk Masa Depan Indonesia

 
mjpk88.com - Pembangunan infrastruktur di Indonesia pada tahun 2017 terlihat sangat gencar. itu dapat terlihat dari berbagai proyek pembangunan seperti jalan tol, jalan lintas Papua hingga jalur kereta api, bendungan, jembatan dan beberapa proyek lainnya.

Demi melancarkan pembangunan tersebut, Presiden RI Joko Widodo sampai harus menumpukkan utang. Namun, Jokowi berkali-kali mengatakan, apa yang dilakukannya adalah demi Indonesia yang lebih baik.

Hal tersebut turut diamini oleh Firdaus Ali, seorang peneliti dan pendidik dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI). Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur itu berkorelasi dengan pembangunan ekonomi ke depannya.

Dia pun juga mengapresiasi upaya Presiden Jokowi yang telah menyasar pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjamah pembangunan seperti di Papua.

Firdaus juga menambahkan, proyek infrastruktur yang menjaga ketahanan air turut dicanangkan. Seperti pembangunan sistem irigasi sepanjang 2017 dimana secara angka itu adalah yang terbesar sepanjang sejarah.

Target pengembangan infrastruktur masih akan berlanjut hingga tahun depan. Pemerintah mengalokasikan anggaran 2018 kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 106,911 triliun.

Firdaus menilai, jumlah yang dialokasikan yang tidak sedikit itu demi hasil yang juga sepadan nantinya. "Nanti kita semua akan merasakannya, bahwa ramainya pembangunan infrastruktur saat ini bertujuan untuk memajukan ekonomi bangsa," katanya.

Pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini tercatat menambah utang sebesar Rp 1.258,67 triliun dalam kurun waktu selama tiga tahun ini.

Pemerintah mengklaim, utang ribuan triliun itu digunakan untuk membangun infrastruktur, bukan untuk subsidi bahan bakar minyak.

"Jika mau dihitung infrastruktur yang dibangun itu sudah banyak sekali. Ada yang sudah selesai, sebagian sudah, sebagian yang masih dibangun, dan ada yang masih diproses, tapi Anda sudah menghitung utangnya, jadi pada dasarnya tidak begitu hitungnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Dia memastikan, utang tersebut digunakan untuk kegiatan produktif, salah satunya untuk membangun infrastruktur. "Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif pada dasarnya oke, kecuali produktifnya tidak benar. Tapi ini benar. Namanya membangun sesuatu jangka panjang," ujar dia.

Darmin menegaskan, pemanfaatan utang tidak untuk sesuatu yang komsumtif. "Pemerintah kalau yang komsumtif itu masih soal subsidi BBM. Kalau ini kan tidak, dipinjam karena kita perlu pembiayaan infrastruktur," kata dia.





untuk mengetahui cerita lebih lanjut, KLIK DISINI


Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.