Pria Bunuh Wanita, Sosiolog: Banyak yang Anggap Perempuan Pemuas Seks

Pria Bunuh Wanita, Sosiolog: Banyak yang Anggap Perempuan Pemuas Seks



pokerbumi.com -  Kasus pembunuhan sadis kian marak. Peristiwa ini salah satunya dipicu lingkungan yang bebas.

wanita berinisial s (18) menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan lantaran menolak cinta ER (17).

Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap setelah jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal, Serang. Keempat pelaku adalah ER (17), DS (23), R (30), dan RD (30).

Saat bertemu, pelaku ER kemudian menyampaikan rasa cintanya kepada korban. Karena sakit hati ditolak, pelaku kemudian menarik korban di pinggir Sungai Cibongor kemudian memperkosanya. 

Karena korban melawan, pelaku kemudian membenturkan kepala korban ke batu dan menenggelamkannya ke sungai hingga meninggal dunia.

Bahkan ER masih melakukan perbuatan sadis dan menyetubuhi korban meski korban sudah meninggal dunia. Dua pelaku lain yang saat itu berada di lokasi, yaitu DS dan R, menurut Wibowo, berperan membantu pelaku dengan cara memegangi kaki dan tangan korban.

Setelah melakukan pembunuhan sadis tersebut, pelaku kemudian menghubungi RD untuk membantu menghilangkan jejak pembunuhan. Keempatnya menenggelamkan korban di Sungai Cibongor dengan cara menyilangkan bambu untuk menahan mayat korban agar tidak ditemukan.

"Bambu yang ada untuk menahan supaya dikubur, tidak naik (ke permukaan)," katanya.

Perilaku sadis ini kemudian terungkap kepolisian saat mayat korban ditemukan 2 minggu kemudian atau pada Rabu (13/12) lalu. Saat itu, debit air Sungai Cibongor meluap sehingga bambu yang digunakan pelaku menahan korban tidak kuat menahan mayat.

Pelaku utama atas nama ER merupakan anak yang masih di bawah umur. Ia ditangkap di Terminal Pipitan oleh kepolisian sehari kemudian setelah penemuan mayat. Tiga pelaku lain ditangkap dari hasil pengembangan kepolisian.

Keempatnya terancam Pasal 338 dan 339 KUHP dengan hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup. 

Ini penjelasan sosiolog.

Sosiolog Musni Umar mengatakan masalah ini merupakan gejala sosial yang memprihatinkan. Lingkungan yang bebas menjadi salah satu penyebabnya.

Dia mengatakan pemerintah harus membuat aturan khusus untuk menanggulangi persoalan ini. Peraturan itu juga diharapkan mengatur soal pergaulan bebas. "Inilah menurut saya yang harus kami cegah. Selain menjelaskan pada masyarakat pentingnya melindungi perempuan itu, harus ada undang-undang dan undang-undang menurut saya agar tidak terjadi pergaulan bebas di masyarakat,

Menurut dia, laki-laki saat ini cenderung menganggap perempuan sebagai objek pemuas seksual. Padahal perempuan yang notabene lemah seharusnya mendapat perlindungan dari laki-laki.

"Perempuan itu hakikatnya lemah dan yang melindungi itu seharusnya laki-laki. Tetapi dalam banyak kasus itu perempuan menjadi pemuas seksual dari laki-laki. Seperti yang kita kenal 'laki-laki hidung belang', itulah yang banyak merusak dan melakukan kekerasan pada perempuan," pungkasnya.

Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.