Ahok yang Tak Luntur Meski Mendekam di Balik Jeruji Besi

Ahok yang Tak Luntur Meski Mendekam di Balik Jeruji Besi

 

mjpk88.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tengah menghabiskan hari-harinya di balik jeruji besi. Kendati demikian, masih ada sejumlah masyarakat Indonesia yang masih memohon pertolongan Ahok.

Terakhir, kisah siswa di Lamongan yang kesulitan mengambil ijazahnya karena belum melunasi biaya sekolah, menjadi viral lantaran ia mengirim surat meminta bantuan Ahok. Surat itu pun di balas oleh Ahok yang langsung ditindaklanjuti oleh staf nya.

Ini bukan pertama kalinya Ahok memberikan pertolongan ketika dirinya dalam masa tahanan. Sebelumnya, Ahok juga pernah membantu seorang pria melamar kekasihnya. Dalam surat tulisan tangan itu, Ahok meminta izin menjadi wakil dari ayah sang pria yang sudah tiada.

Menurut pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Reni Candriachsja Suwarno, kunci ketenaran Ahok terletak pada karakter individual yang begitu kuat.

Salah satu karakter Ahok yang dinilai Reni adalah kepatuhan mantan gubernur DKI Jakarta itu saat menjalani proses kasus penodaan agama yang menjeratnya. Ahok selalu menghormati hukum bahkan menjalankan vonis hakim tanpa mengajukan banding.

Bahkan Ahok rela melepaskan jabatan Gubernur DKI yang sedang didudukinya. "Itu yang menyebabkan simpati yang luar biasa dari masyarakat," kata Reni.

Reni berpandangan, panggung politik Indonesia sudah terlalu lama menunggu sosok pemimpin seperti Ahok. Kedatangan Ahok pun dinilai sebagai ikon politik baru karena selama ini tidak ada politikus Indonesia yang bertindak seberani Ahok. Akhirnya, pesona Ahok tercium sampai keluar Jakarta.

"Jadi kita memimpikan sosok pemimpin seperti Ahok yang tegas, yang beribawa, yang bisa kita percaya, selalu membantu rakyat kecil kemudian yang jujur yang mematuhi hukum, seperti itu. Nah karakter-karakter seperti itu jarang di temui di politisi-politisi yang lain," ujar Reni.

Reni menambahkan, prinsip yang Ahok pegang teguh kerap kali diikuti perbuatan yang nyata. Kemudian, karena karakter-karakter tersebut, simpati yang berhasil dibangun Ahok melintasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Orang yang mengagumi Ahok tidak hanya orang keturunan Chinese, tidak hanya orang kristen, tetapi juga orang dari suku lain, dari agama lain, dari etnis lain dan dari lintas provinsi. Karena karakter dan perbuatan yang Ahok lakukan itu lintas batas," jelas Reni.

Ahok sukses menjual nilai-nilai universal dalam perbuatannya. "Ada nilai-nilai universal yang kita pegang, prinsip-prinsip universal yang kita beli, yang kita percaya. Nah itu kita temukan di dalam sosok Ahok," Reni mengakhiri.





  

Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.