cucunguk Diciduk Polisi Karena Sodomi 25 Anak di Tangerang

HARIS Diciduk Polisi Karena Sodomi 25 Anak di Tangerang



mjpkr88.com -  cucunguk alias Babeh pasrah digelandang polisi lantaran diketahui melakukan sodomi terhadap 25 anak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Babeh mengatakan kepada polisi dirinya mengaku memiliki ilmu yang membuat korbannya tertarik dan datang ke rumahnya.

"Tersangka bercerita kepada saya kalau kedatangan anak-anak karena menganggap tersangka memiliki ajian semar mesem dan bisa mengobati orang sakit," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif.

Babeb pun bersedia memberikan hal tersebut, tetapi dengan syarat tertentu. Dia meminta anak-anak yang datang ke gubugnya untuk memberikan mahar atau kompenisasi uang.

"Namun, untuk mahar uang, anak-anak mengaku tidak memilikinya. Tersangka kemudian mengatakan, mahar uang bisa diganti asalkan anak-anak bersedia di sodomi. Berdasarkan pengakuan tersangka, anak-anak bersedia di sodomi olehnya," jelas Sabilul.

Kesediaan anak-anak tersebut di sodomi tak lepas dari iming-iming ketakutan yang ditanamkan Babeh kepada mereka. Anak-anak tersebut diancam bakal mendapatkan kesialan selama 60 hari jika tidak mau di sodomi.

Babeh yang sehari-hari bekerja sebagai guru honorer SD di Rajeg, Tangerang ini juga mengaku perbuatan bejatnya dilakukan di sebuah gubug miliknya.

"Tersangka menceritakan, peristiwa itu berawal di Kampung Sakem, Desa Tamiang pada Bulan April 2017. Saat itu, istri tersangka sudah 3 bulan menjadi TKW di Malaysia. Menurut tersangka, anak-anak sering mendatangi dirinya di gubug yang didirikan tersangka," ungkap Sabilul.

Gubug yang didirikannya itu pernah dibakar warga lantaran ada tetangga yang tidak menyukai kedatangan banyak anak ke tempat Babeh.

"Tersangka kemudian pindah tempat dan kembali mendirikan gubug di Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg sekitar bulan Oktober 2017. Namun, menurut tersangka, meski sudah pindah tempat, anak-anak tetap mendatanginya. Di gubug baru itu, tersangka kembali melakukan aksinya dengan modus serupa," Imbuh Sabilul.

Adapun penangkapan Babeh dilakukan setelah dia kembali melakukan sodomi terhadap tiga anak pada 2 Desember 2017.

Dari situ, salah satu korban melaporkan peristiwa tersebut kepada orangtuannya. Sang orang tua kemudian membuat laporan ke polisi terkait hal tersebut.
Semua korban sodomi Babeh ini diketahui berjenis kelamin laki-laki.

"Rata-rata usia anak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh tersangka antara 10-15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki," ucap Sabilul

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.




Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.