Inilah Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Gampong Mulia, Banda Aceh

Inilah Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Gampong Mulia, Banda Aceh

Image result for ilustrasi pembunuhan 
mjpk88.com - Kasus pembantaian Asun dan keluarganya di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh menarik perhatian masyarakat untuk mengetahui motif di balik aksi horor tersebut.

Korban adalah Tjie Sun alias Asun (48) yang dibunuh secara tragis bersama Minarti (39) istrinya dan seorang putra mereka, Calliestos NG (8).

Masyarakat sempat digegerkan oleh penemuan mayat Asun dan keluarganya dalam rumah toko (ruko) di Dusun Pocut Meurah Inseun, Gampong Mulia pada hari Senin (8/1/2018) malam. Ternyata korban sekeluarga dihabisi oleh Ridwan (22), warga Dusun Kulam Beude, Desa Paya Seumantok, Kecamatan Kreung Sabee, Aceh Jaya.

Belakangan terungkap motif tersangka yang secara tega menghabisi Asun dan sekeluarganya. Pelaku ternyata sakit hati kepada korban karena sering dimarahi dan di caci maki.

"Tersangka mengaku kepada petugas, tidak tahan dengan kata-kata kasar serta makian yang dilontarkan oleh korban," kata Kabid Humas Polda Aceh.

Pasca pembunuhan itu, pemuda asal Dusun Kulam Beude, itu langsung kabur menggunakan sepada motor Honda Scoopy BL 4369 JO milik korban.

Dalam pembunuhan tersebut hanya melibatkan Ridwan, pelaku tunggal yang tak lain adalah sopir angkutan di usaha milik korban Asun.

Berkaitan dengan diamankan seorang rekan tersangka, yang bernama Safrizal (43) warga Desa Sekambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara. Safrizal saat penangkapan Ridwan di Bandara Kualanamu, Sumut bersama tersangka waktu itu.

Safrizal saat itu juga harus diberangkatkan ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangannya terkait keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Seperti yang diketahui, sebelumnya sempat tercium bau mayat korban hingga ditemukan mayat oleh masyarakat di sekitar ruko milik korban Asun. Setelah peristiwa itu, polisi bergerak cepat untuk mencari dan mengejar pelaku pembunuhan

Akhirnya pelarian Ridwan, pria kelahiran 25 November 1995 itu harus berakhir di Sumatera Utara. Tepat nya di Bandara Internasional Kualanamu. Dia diciduk oleh petugas keamanan Polda Sumatera Utara yang berkoordinasi dengan jajaran keamanan Polda Banda Aceh.










Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.