Keruk Harta Indonesia, Perusahaan Ini Jadi yang Terkaya di Dunia

Keruk Harta Indonesia, Perusahaan Ini Jadi yang Terkaya di Dunia

Image result for foto logo VOC belanda 

mjpk88.com - Bukan Apple atau Microsoft yang berhak menyandang status perusahaan paling kaya sepanjang sejarah. Bukan pula perusahaan minyak seperti Saudi Aramco, ExxonMobil, atau PetroChina.

Pada 1602, sebuah serikat dagang didirikan di Belanda. Ia kemudian menjelma jadi yang terbesar di dunia. Pada puncak kejayaannya, perusahaan tersebut mengerahkan armada kapal "fluyt" yang melayani lebih dari separuh pengiriman kargo di seluruh dunia.

Veregnide Oostindische Compagnie (VOC) namanya, tidak hanya memainkan peran kunci dalam sejarah Belanda, Tapi juga negara-negara lain yang terlibat dengan nya : Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal di Eropa. Sejumlah kerajaan, kesultanan dan kekaisaran di sepanjang pantai di Asia hingga ke Jepang dan China. Sebagian wilayah pesisir India, Semenanjung Malaya dan wilayah yang saat ini dikenal sebagai Indonesia.

Jika dibandingkan pengiriman barang yang dilakukan perusahaan Raksasa jaman sekarang Amazon, misalnya, VOC jauh lebih sibuk.

Dari markas, Oost-Indisch Huis yang terletak di pusat kota Amsterdam, perintah datang untuk mengirimkan lebih dari 1 juta penjelajah ke Asia. Jumlahnya lebih dari gabungan seluruh pelaut yang dikirimkan negara Eropa lainnya.

Kala itu, perjalanan laut dari Amsterdam ke Batavia (Jakarta) minimal memakan waktu tempuh selama 8 hingga 10 bulan. Banyak kapal dan manusia yang tak pernah kembali.

Sejumlah bahtera terhempas badai, jadi target serangan bajak laut, atau orang-orang di dalamnya meninggal karena penyakit menular dan mematikan.

Bepergian kala itu resikonya sangat tinggi. Nyawa menjadi taruhan. Namun, sekali lokasi yang tepat ditemukan, ditambah pengetahuan dan pendekatan yang benar, pundi-pundi harta sudah di depan mata.

VOC juga menjadi perusahaan dagang pertama yang secara resmi mengeluarkan saham, yang mencapai puncaknya pada "Tulip Mania" atau demam tulip yang akhirnya  membuat perekonomian Kerajaan Belanda morat-marit.

Kegilaan pada bunga itu menjadi kasus nyata atau gelembung ekonomi pertama di dunia. Ketika harga aset menyimpang sangat jauh dari nilai-nilai intristiknya.

Saham VOC meningkatkan kekayaan perusahaan menjadi 78 juta gulden Belanda. Jika disamakan dengan nilai dolar Amerika Serikat saat ini, maka nilainya setara dengan US$ 7.900 miliar!

Rempah Menjadi Sumber Utama

Image result for foto buah pala 

Pada masa kejayaannya, nilai VOC setara dengan Apple, Microsoft, Amazon, ExxonMobil, Berkshire Hathaway, Tencent dan Wells Fargo jadi satu.

Atau jumlah yang setara dengan produk domestik bruto (PDB) Jepang dan Jerman jika digabungkan. Itu berarti kongsi dagang itu adalah perusahaan paling kaya dalam sejarah. VOC juga mempekerjakan 70 ribu orang di seluruh dunia. Empat abad lalu, ia sudah menjadi perusahaan multinasional.

VOC berperan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi Belanda. Selain itu, VOC punya andil menciptakan konektivitas dan masyarakat yang lebih multikultural di dunia. Di sisi lain, keberadaan membawa penderitaan tak terperi bagi banyak orang demi melindungi aset dan memastikan keuntungan tetap tinggi.

Sejumlah praktik kejam dilakukan, dari perdagangan budak, penindasan kolonial, dan perlakuan buruk yang tidak masuk akal terhadap pekerjanya. VOC diperkirakan mengangkut 50 ribu orang dari Afrika untuk dijadikan budak di sejumlah koloni nya.

Salah satu sumber pundi-pundi harta VOC berasal dari wilayah Hindia Belanda, cikal bakal negara Indonesia yang dijajahnya, 

Pada tahun 1595, terpikat oleh rempah-rempah yang sangat langka, satu kantong rempah bisa membeli kawanan ternak. Kapal-kapal Belanda berlayar ke selatan ke Afrika, lalu ke timur mengelilingi Tanjung Harapan, lalu ke Samudera Hindia dan tiba di Pulau Jawa.

Dalam ekspedisi pertama itu, hanya sedikit muatan dibawa pulang, dua per tiga awak meninggal dunia. Namun pesona rempah dan kekhawatiran kalah dari negara lain, terutama Portugis membuat Belanda mengesampingkan bahaya.

Pada tahun 1601 saja, perusahaan Belanda mengirim 65 kapal ke Timur jauh untuk mencari cengkih, pala, kayu manis dan kunyit.

"Pada saat rempah-rempah sampai di Eropa," tulis Stephen Bown. "Apa yang bisa dipertukarkan dengan sebakul nasi (di Indonesia) dihargai mahal dengan perak."

Awalnya VOC mendapat hak berdagang dari Kesultanan Banten, mengingat pelabuhan di sana merupakan salah satu bandar rempah terbesar di Asia Tenggara selain Malaka.

Selain karena ingin menghindari Portugis, dipilihnya pelabuhan Banten untuk tempat berdagang VOC juga dipengaruhi oleh jarak tempuh yang lebih dekat dari Maluku.

Akan tetapi, tidak lama setelah mendapat hak dagang terkait, Gubernur Jenderal VOC pertama, Pieter Both, memilih sebuah bandar kecil di timur kesultanan Banten sebagai pusat administrasinya. Bandar kecil itu bernama Jayakarta, dan kemudian dibangun oleh VOC menjadi pusat kota bernama Batavia. Beberapa puluh tahun kemudian, Batavia pun menjelma menjadi kota dagang besar dengan benteng dan pelabuhan.

Menjajah Indonesia

Image result for foto penjajahan belanda 

Jan Pieterszoon Coen dikenal sebagai Gubernur VOC yang kejam. Ia adalah seorang akuntan kasar, sombong, yang menjejakkan kaki di Batavia pada tahun 1614. Usianya kala itu masih 28 tahun.

Perdagangan rempah-rempah, menurut Coen,sanagt penting bagi kepentingan nasional Belanda. Dengan dalih itu, ia mengizinkan dirinya melakukan tindakan apapun untuk mengamankan monopoli VOC dan memperketat penguasaannya atas pulau-pulau di Indonesia. Perilaku kejam sekalipun. 

Apalagi kala itu, Nusantara adalah satu-satunya wilayah di dunia dimana cengkih dan pala tumbuh. Ia bahkan mendapat julukan "Ijeren Jan" atau "Jan Besi" karena kebengisannya.

Coen menangkap, menyiksa dan membunuh orang-orang Indonesia, terutama mereka yang tak mau memutuskan hubungan dagang yang sudah berlangsung lama dengan pedagang China dan India.

VOC, dibawah Coen, mempekerjakan tentara bayaran untuk meneror lawan, membakar, atau menghancurkan ladang rempah-rempah yang tidak berada di bawah kendali mereka. Tujuannya adalah agar suplai barang berkurang dan harga menjadi tinggi.

Coen juga memburu para pedagang Portugis dan Inggris menyiksa atau membunuh saingannya dan menghancurkan benteng mereka. Pada tahun 1605, VOC mengusir Portugis dari Nusantara.

Kekejaman Coen tidak hanya berlaku pada lawan bisnisnya. Ia, yang merasa sebagai penjaga moral, tega menyiksa anak asuhnya, Sarah yang ketahuan terlibat hubungan asmara dengan seorang pelaut. Sang kekasih dihukum mati.

Tidak sampai disitu, JP Coen juga merebut paksa pulau-pulau penghasil rempah penting di Maluku. Salah satu cacatan kelam yang terus di ingat oleh penduduk Maluku adalah ketika JP Coen menghabisi hampir 80 persen warga di Pulau Banda. Hal itu dilakukan demi ambisi menguasai pulau-pulau penghasil pala, jenis rempah yang paling berharga di masa itu.

"Dibawah arahan manusia seperti Coen," tulis Stephen Bown. "VOC pada akhir abad ke 17 menjadi perusahaan terkuat dan terkaya di dunia. Usahanya terdiri dari konstruksi, penyulingan gula, pembuatan kain, pengolahan tembakau, tenun, pembuatan kaca, penyulingan, pembuatan bir," 

Bown menambahkan, diperkirakan bahwa tiga perempat muatan kapal kargo kala itu dikelola VOC. 

"Dengan keuntungan yang dihasilkan VOC, Belanda memasuki masa keemasan, yang memungkinkan orang-orang genius seperti Rembrandt, Vermeer, Descartes dan Antonie van Leeuwenhoek bapak Mikrobiologi bermunculan," tambah Bown.






KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN CERITANYA

Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.