Kota Bawah Tanah di Beijing Ini Digali Menggunakan Tangan Manusia

Kota Bawah Tanah di Beijing Ini Digali Menggunakan Tangan Manusia

Image result for foto kota bawah tanah di china 

mjpk88.com - Kota Beijing di China merupakan rumah bagi 21,5 juta warganya, namun beberapa ribu di antaranya harus rela tinggal di terowongan bawah tanah. Jauh dari keriuhan jalan-jalan di Beijing, faktanya kota ini masih menyimpan kesunyian di balik nya.

Memang tidak ada pernyataan resmi tentang ukuran keseluruhan kompleks tempat tinggal itu atau keberadaan semua terowongan, namun diyakini luasnya mencapai lebih dari 20.000 hektar. Konon, terowongan itu menghubungkan semua bangunan utama pemerintah kota dan memiliki 900 daun pintu.

Kota terkubur itu dikenal sebagai Di Xia Cheng, yang berarti penjara bawah tanah. Di Xia Cheng diciptakan sebagai tempat perlindungan dari serangan nuklir pada era Perang Dingin. Kabarnya, tempat tersebut digali menggunakan tangan manusia, hanya sedikit saja dari mereka yang dibekali dengan sekop, semuanya diangkut menggunakan keranjang bambu.
Berikut ini adalah sejarah pembangunan kota ini :

Dibangun Saat Era Perang Dingin

Awal kisah, pekerjaan dimulai pada tahun 1969 dan terus diperluas penggaliannya sampai tahun 1979. Ketegangan antara China dan Rusia selama Perang Dingin terjadi pada tahun 1969, sedangkan konflik kala itu pecah di perbatasan Sino-Soviet.

Hubungan antara kedua negara semakin meruncing sampai tahun 1991. China yang sangat waspada terhadap kemungkinan pecahnya perang dalam skala penuh.

Presiden China waktu itu Mao Zedong menginstruksikan warganya untuk melakukan "menggali terowongan dalam dalam, menyimpan makanan, dan bersiap menghadapi perang".

Warga Beijing menciptakan jaringan bawah tanah yang sangat kompleks, dengan instruksi dari insinyur tentara. 

Sejumlah terowongan menghubungkan sekitar 10.000 bunker senjata atom, restoran, bioskop, gudang, pabrik, ladang jamur, fasilitas olahraga, dan semua yang dibutuhkan pemerintah untuk benteng pertahanan selama perang nuklir.

Menurut beberapa cacatan, pemerintah China membual bahwa Di Xia Cheng mampu membendung seluruh penduduk di pusat kota Beijing yang berjumlah 6 juta jiwa pada tahun 1969.

Pada tahun 1980an beberapa bagian diberikan secara cuma untuk negara tetangga, yang mengubah bunker ini menjadi kantor dan pertokoan. 

Namun sebagian besar dunia bawah tanah Beijing masih dimiliki oleh China dan masih ada beberapa pintu masuk yang menghubungkan ruang bawah tanah toko dan blok apartemen.

Di Xia Cheng Masa Kini

Seiring bertambahnya orang yang bermigrasi dari desa ke Beijing untuk mencari pekerjaan para pemilik sistem terowongan mengubah bunker mereka menjadi unit hunian kecil. Dikenal sebagai 'jalur tikus' beberapa penduduk telah menghuni Di Xia Cheng selama beberapa dekade meski kondisinya sempit, kumuh dan lembab.

Pada tahun 2010, karena kekhawatiran tentang keselamatan penduduk bawah tanah, otoritas Beijing menyatakan tempat tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi sebagai perumahan.

Meski demikian, masih banyak penduduk yang enggan beranjak dari hunian nya lantaran tidak memiliki tempat lain untuk di tinggali. Akhirnya, mereka pun diizinkan berada di Di Xia Cheng, tapi pihak berwenang tak bisa menjamin masa depan mereka.

Pada tahun 2016, seiring dengan tingginya ekspos media mengenai kehidupan di Di Xia Cheng, kelompok pertama penghuni terowongan itu diusir tanpa peringatan terlebih dahulu.




KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN CERITANYA
Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.