Krisis Makin Parah, Warga Venezuela Jarah Sejumlah Toko

Krisis Makin Parah, Warga Venezuela Jarah Sejumlah Toko

Image result for foto penjarahan 

mjpk88.com - Di tengah krisis ekonomi yang melanda, warga Venezuela di beberapa kota dilaporkan menjarah sejumlah toko kelontong demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada 9 Januari malam misalnya, kerumunan warga yang kelaparan dikabarkan menjarah sebuah toko kelontong di kota Puerto Ordaz hingga ludes tandas. Tak ada yang tersisa, semua diambil para penjarah, mulai dari daging beku, kecap hingga uang di mesin kasir.

"Ingin menangis rasanya. Kami tengah mengarah ke situasi yang kacau," kata si pemilik toko, Luis Felipe Anatael. 

Tak hanya toko kelontong dan supermarket, gudang stok dan truk distributor bahan pangan juga menjadi sasaran para penjajah yang kelaparan di sejumlah kota lain di Venezuela. 

Kelompok aktivis HAM setempat, Venezuelan Observatory for Social Conflict yang berbasis di Caracas melaporkan, terjadi 107 peristiwa penjarahan yang disusul sejumlah korban tewas di 19 dari total 23 negara bagian di Venezuela.

Beberapa tajuk surat kabar setempat juga menulis laporan tentang penjarahan di penjuru daerah. Di pulau Margarita, belasan orang mengarungi lautan dan membajak kapal nelayan lokal demi menjarah hasil tangkapan ikan sarden.

Di kota Maracay, barat Caracas, sekelompok orang mencuri dan menjagal dua ekor kuda ras yang tengah hamil untuk di ambil daging nya. Sebuah video yang viral merekam kejadian di Negara Bagian Merida Barat, dimana sekelompok orang mencuri dan menjagal sejumlah sapi peternakan lokal, seraya meneriakkan, "Warga Kelaparan".

Penjarahan memang bukan kejadian baru di Venezuela yang tengah dilanda krisis ekonomi terparahnya sejak negara itu merdeka, dimana harga barang membumbung tinggi, stok makanan ludes habis terjual atau dijarah, serta kapabilitas finansial warga yang lesu akibat anjloknya harga minyak nasional.

Akan tetapi rangkaian kejadian teranyar yang terjadi sepanjang Januari 2018 itu dianggap menambah kekhawatiran baru, bahwasanya krisis ekonomi yang melanda Venezuela akan berkepanjangan.

Merespon kekacauan yang terjadi di negaranya, hanya keluhan dan retorika amarah yang keluar dari mulut Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Krisis yang terjadi di Venezuela merupakan kontribusi kepentingan asing dan kelompok oposisi pemerintah yang menyulut "perang ekonomi" terhadap rezim, menurut klaim Maduro.

Akan tetapi, sejumlah pengamat menilai, krisis ekonomi di Venezuela disebabkan oleh miskalkulasi Caracas yang memaksakan diri untuk menasionalisasikan industri produksi pangan dalam negeri. 

Kebijakan kontrol harga pangan murah yang ditetapkan oleh Caracas juga tak dikalkulasikan dengan baik. Pemerintah menetapkan harga beli pangan murah, tapi tidak memikirkan tingginya biaya produksi dan perawatan aset pabrik. Ketidakseimbangan neraca produksi-penjualan itu akhirnya mengakibatkan sejumlah industri pangan di Venezuela gulung tikar.

Opsi untuk mengimpor pangan dari luar negeri pun hanya semakin menebalkan masalah finansial negara. Caracas tak mampu membeli produk pangan dari luar negeri karena kas negara yang tak berkecukupan.

Penyebabnya? Produksi minyak Venezuela yang dikabarkan turun hingga ke level terendahnya selama 29 tahun terakhir. Karena mengalami penurunan produksi minyak akibatnya aktivitas ekspor minyak negara yang menjadi penyumbang pundi-pundi uang terbanyak bagi kas Venezuela menjadi lesu. Semua disebabkan mismanajemen perusahaan migas nasional oleh pemerintah pusat.





KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN CERITANYA






Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.