Cerita Jokowi Sempat Deg-degan Saat Berada di Afghanistan


Cerita Jokowi Sempat Deg-degan Saat Berada di Afghanistan

http://www.mejapoker88.info/2018/02/cerita-jokowi-sempat-deg-degan-saat.html


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal kunjungannya ke Afghanistan pada Januari 2018 lalu. Seperti apa ceritanya?

Jokowi mengatakan, kunjungan ke Afghanistan diawali dengan mengunjungi beberapa negara, yakni Pakistan, India, Sri Lanka, Bangladesh dan diakhiri ke Afghanistan. Semuanya dilakukan dalam waktu tujuh hari.

Di Bangladesh, dirinya sempat mengunjungi lokasi pengungsian etnis Rohingya di Cox's Bazar.

"Betapa memprihatinkan saudara-saudara kita di Cox's Bazar. Kalau kehujanan kedinginan, kalau panas kepanasan. Tinggal di bedeng-bedeng," kata Jokowi saat menghadiri Dzikir Kebangsaan Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Usai dari Bangladesh, Jokowi bertiolak ke Afghanistan. Saat itu situasi keamanan di Afghanistan tidak stabil dan beberapa hari sebelumnya terjadi ledakkan bom di Ibu Kota Afghanistan, Kabul yang menewaskan puluhan orang.

"Banyak yang menyampaikan kepada saya yang ke Afghanistan dibatalkan saja karena 8 hari sebelum saya ke Afghanistan ada bom yang menewaskan 20 orang. Lalu dua hari sebelum saya mendarat ada bom yang menewaskan 103 orang lalu tiga jam sebelum mendarat ada bom yang menewaskan lima orang. Banyak yang menyarankan saya agar tak ke sana," kata Jokowi.

Jokowi lantas teringat dengan kedatangan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Ibu Negara Afhanistan Rula Ghani ke Indonesia. Tak hanya itu, para ulama Afghanistan juga berkunjungan ke Indonesia.

Jokowi pun bertekad untuk melakukan kunjungan balasan. Ada misi khusus yang dibawa Jokowi dalam kunjungan ke Afghanistan tersebut.

"Untuk apa? Dalam pertemuan dengan ulama, mereka (ulama Afghanistan) menyampaikan kelihatannya Indonesia yang hanya bisa menyelesaikan sengketa dengan kelompok-kelompok yang bersengketa," katanya.

Namun, kejadian ledakan bom sebelum kedatangannya di Afghanistan rupanya membuat Jokowi sempat 'ciut'. Dia lantas menghubungi Presiden Ashraf Ghani untuk menjamin keselamatan dirinya selama berada di Kabul, Afghanistan.

"Lalu beliau bilang, Presiden jangan khawatir, saya (Ashraf Ghani) jaminannya selama Presiden Jokowi di Kabul. Itu Presiden sendiri yang menjamin. Tapi waktu turun pesawat saya deg-degan. Gimana enggak? Di kanan, kiri bukit, kalau diroket?" kata Jokowi.

Rupanya, jaminan dari Ashraf Ghani dirasa kurang cukup. Jokowi lantas meminta kepada Ashraf Ghani untuk menyediakan kendaraan tank dan anti peluru selama perjalanannnya di Kabul.

"Lalu saya meminta Presiden Ashraf Ghani, 'Presiden, pemerintah Indonesia minta agar dikawal dengan helikopter, lalu mobil anti peluru dan tank.' Kemudian disanggupi oleh Presiden Ashraf Ghani," kata Jokowi.

Setelah Pesawat Kepresidenan Indonesia mendarat di Kabul, Jokowi langsung disambut oleh Wakil Presiden Afghanistan. Namun Jokowi diberi tahu bahwa Presiden Ashraf Ghani meminta Jokowi untuk tidak menggunakan kendaraan lapis baja dan anti peluru selama berkendara di Kabul. Ashraf Ghani tak mau terkesan negara tersebut dalam kondisi yang sangat tidak aman.

"Waduh. Saya pikir dua menit, tiga menit, risiko enggak ini? Tapi ya saya bismillah. Karena biar memberikan image baik pada Afghanistan. Lalu saya ke Istana melewati gang-gang dengan mobil Mercy (Mercedes Benz). Di gang-gang ada tank-tank yang mengawasi. Alhamdulillah saya aman sampai Istana," cerita Jokowi




Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.