Mimpi Presiden Jokowi Untuk Orang Rimba Jambi yang Belum Terwujud


Mimpi Presiden Jokowi Untuk Orang Rimba Jambi yang Belum Terwujud 

mjpk88.com - Hampir tiga tahun berlalu sejak Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, untuk bertemu langsung kelompok Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di daerah itu. Pada pertemuan itu, Jokowi menginstruksikan agar dibangun kawasan terpadu untuk kelompok Orang Rimba.

Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) di Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu satu daerah paling banyak dihuni Orang Rimba Jambi.

Melihat itu, Jokowi bermimpi ada kawasan khusus bagi Orang Rimba yang didukung sejumlah fasilitas seperti sekolah, puskesmas, kantor UPTD Komunitas Adat Terpencil (KAT) serta jalan yang berada di dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).

Hal itu wajar, karena selama ini kelompok Orang Rimba Jambi masih hidup berpindah-pindah di dalam kawasan hutan.

"Kawasan terpadu itu akan memudahkan warga Suku Anak Dalam mendapatkan akses pelayanan seperti layaknya warga lain," ujar Menteri Sosial saat itu, Khofifah Indar Parawansa yang ikut mendampingi Jokowi bertemu kelompok Orang Rimba di Sarolangun pada tahun 2015 lalu.

Namun sayang, sekian lama berlalu mimpi sang Presiden belum juga terwujud hingga kini, lantas apa kendalanya?

Masalah Perizinan

Untuk mewujudkan instruksi Presiden Jokowi, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengusulkan pelepasan lahan 2.400 hektare yang masuk kawasan TNBD. Lokasinya berada di kawasan Bukit Saban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, tepat di lereng TNBD.

Persoalannya, Pemkab Sarolangun tersandung masalah izin dengan pihak Balai TNBD. Mengingat lokasi yang bakal dijadikan kawasan terpadu itu masuk wilayah TNBD. Untuk membangun kawasan tersebut dikucurkan anggaran Rp 9 miliar. Sejatinya, pembangunan dimulai awal 2016 lalu dengan mendirikan 70 unit rumah bagi Orang Rimba, tapi gagal.

"Terkait pembangunan kawasan terpadu ini, Bapak Presiden Jokowi diagendakan akan kembali berkunjung lagi ke Sarolangun. Waktunya kapan saya belum tahu pasti, cuma sudah ada agendanya," ujar Bupati Sarolangun, Cek Endra di Sarolangun, akhir Mei 2017.

Ia menyatakan, pihaknya sudah melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan porsinya. "Soal persetujuan izin itu ada di Dirjen KLHK. Bidang pembangunan fisik juga bukan bagian kita, itu urusan pemerintah daerah," kata Nukman.

Lokasi Lahan Berbeda

Mangkraknya pembangunan kawasan terpadu untuk Orang Rimba menjadi salah satu agenda di Pemerintah Provinsi Jambi. Senin 5 Februari 2018, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengundang sejumlah pihak terkait untuk membahas masalah tersebut.

Selain Fahrori Umar, Pertemuan itu dihadiri Bupati Sarolangun Cek Endra, Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Refrizal serta sejumlah pejabat Jambi lainnya.

Dari pertemuan itu terungkap, ada perbedaan lokasi antara usulan Pemkab Sarolangun dengan izin yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan pemaparan Bupati Sarolangun Cek Endra, kawasan yang diizinkan pemerintah pusat sebenarnya sangatlah luas yakni mencapai 5.400 hektare. Jauh berbeda dengan yang diusulkan Pemkab Sarolangun yang hanya 2.400 hektare. Hanya saja, antara yang diizinkan dengan yang diusulkan itu lokasinya berbeda.

Cek Endra beralasan, lahan 2.400 hektare yang diusulkan itu berada di kawasan TNBD yang memang sudah lama dikelola oleh kelompok Orang Rimba Jambi. Sementara lahan 5.400 hektare yang diizinkan pemerintah pusat lokasinya berada di luar kawasan TNBD yang mencakup Kawasan Hutan Produksi.

Pemkab Sarolangun, kata Cek Endra, sudah mengalokasikan Rp 5 miliar untuk membangun sejumlah fasilitas di kawasan terpadu itu. Seperti untuk membangun sekolah khusus, rumah guru, insentif guru khusus Orang Rimba, beasiswa khusus anak rimba, pengadaan perlengkapan sekolah khusus Orang Rimba hingga dokumentasi dan publikasi kegiatan.

Tidak itu saja, Pemkab Sarolangun juga sudah menyiapkan lahan khusus seluas 10 hektare di Desa Lubuk Jering khusus untuk kelompok Orang Rimba. Daerah ini dianggap cocok, apalagi sudah melalui kesepakatan bersama dengan lima Tumenggung atau kepala kelompok Orang Rimba.

Sementara itu, Danrem 042/Garuda Putih, Kolonel Infantri Refrizal menyatakan dukungan TNI dalam upaya meningkatkan kualitas hidup SAD bersama pemerintah daerah.

"Kita (TNI) juga tidak hanya membangun, sudah kita buktikan melalui program kita sendiri di Kabupaten Sarolangun. Dimana Babinsa yang telah membina di sana sejak tahun 2000 lalu," ujar Refrizal.

Menurut dia, program pembangunan yang dilakukan harus lama dan berkelanjutan. Untuk itu, rencana kawasan terpadu tersebut juga harus dibangun secara berkelanjutan.

"Ada posko di situ, ada pembelajaran bagi masyarakat di sana, ada balai pertemuan, ada sarana dan prasarana untuk biasakan mereka mandi bersih, MCK dan seterusnya," ucapnya.



PROMO MEJAPOKER88

Selamat Datang Di MEJAPOKER88 Kami Merupakan Agen Poker Online Terpercaya.
MEJAPOKER88 Merupakan Salah Satu Website Paling Fair Dan Di Jamin 1000% Player Vs Player Alias Tanpa BOT!!. Maka Dari Itu Segera Gabung Bersama Kami Dan Menangkan Ratusan Juta Rupiah Bersama kami Di MEJAPOKER88
Kelebihan Bergabung Bersama MEJAPOKER88

=> Minimal Deposit Dan Withdraw Hanya Rp. 10.000
=> Mendapatkan Bonus Turnover 0.3% Full Tanpa Potongan Setiap Minggu!
=> Mendapatkan Bonus Refferal 20% Seumur Hidup Tanpa Batas!
=> Memiliki 6 Game Dalam 1 User Id Dengan Game Yang Sangat Menarik Dan Seru!
=> Di Jamin 1000% Player VS Player

Untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Contact / Akses Kami Di Bawah Ini:

Link Website     : MEJAPOKER88
Pin BB               : D1AB7280
WhatsApp         : +855 96 522 1917
LINE                :  MEJAPOKER88
WE CHAT         : MEJAPOKER88




Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.