Politikus Partai Golkar Tersandung Kasus Perzinahan Dieksekusi


Related image 

mjpk88.com - Anggota DPRD Kota Bengkulu Maghdaliansi akhirnya dieksekusi tim Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu. Politisi cantik Partai Golkar ini dijemput di kediamannya yang berada di Jalan Serayu Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Penjemputan yang dilakukan para jaksa ini setelah mereka menerima keputusan tingkat kasasi yang dikeluarkan Majelis Hakim Mahkamah Agung RI. Dalam amar putusan vonis tersebut, Maghdaliansi dijatuhi hukuman pidana selama 10 bulan penjara.

Maghdaliansi dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 281 ayat 2 KUHP tentang Kejahatan Kesusilaan atau Perzinahan dan Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP tentang perbuatan melanggar hukum secara bersama-sama.

Eksekusi yang harusnya dilaksanakan pukul 10.30 WIB di kediaman itu sempat molor. Sebab dia meminta kepada para jaksa untuk berpamitan kepada tiga orang anaknya yang masih berada di sekolah.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkulu  Rozano Yudhistira, mengatakan sengaja memberi kesempatan terpidana untuk berpamitan kepada keluarga khususnya anak-anaknya. Karena mereka masih berada di sekolah, terpaksa tim menunggu hingga mereka tiba di rumah.

Kasus yang membelit politisi cantik Partai Golkar yang masih duduk sebagai anggota DPRD Kota Bengkulu ini dilaporkan Herawansyah Ikram selaku suami sah dari Maghdaliansi. Sang suami curiga saat menemukan kunci kamar hotel di dalam tas istrinya.

Setelah dikonfirmasi dan di cek di hotel pemilik kunci itu, pihaknya mendapatkan rekaman CCTV istrinya berada di dalam kamar hotel bersama dengan seorang dosen yang memang sudah sejak lama dicurigai memiliki hubungan terlarang  dengan istrinya.

Kamar hotel itu sendiri disewa oleh Winda, asisten pribadi Maghdaliansi di DPRD Kota Bengkulu. Dengan rekaman pembicaraan dan bukti SMS di telepon genggam, Herawansyah melaporkan ke pihak kepolisian dan yakin bisa menyeret istrinya ke meja hijau.
Pasangan Maghdaliansi yang dilaporkan juga oleh Herawansyah, yaitu Dr Elektison Somi, saat ini juga tengah menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Elektison juga di vonis lima bulan pidana penjara oleh Majelis Hakim PN Bengkulu pada 12 Juli 2017 lalu. Saat itu hakim berpendapat berdasarkan keterangan para saksi, keterangan ahli hukum dan barang bukti yang diajukan dalam persidangan, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan asusila dan melanggar hukum.

"Barang bukti berupa rekaman video yang ada di dalam flashdisk, kunci kamar nomor 219 Hotel Santika, dan rekaman suara melalui telepon genggam pada 19 Oktober 2016 sudah membuktikan perbuatan pidana itu sudah memenuhi unsur melanggar peraturan kesusilaan," kata hakim Lendriaty Janis.

Kuasa hukum Elektison Somi, Tarmizi Gumay menyatakan hari itu juga mereka mendaftar untuk mengajukan upaya banding. Alasan utama yang mereka ajukan dalam banding adalah tidak ada satu pun kesaksian dari para saksi meringankan yang dijadikan pertimbangan majelis hakim.



PROMO MEJAPOKER88

Selamat Datang Di MEJAPOKER88 Kami Merupakan Agen Poker Online Terpercaya.
MEJAPOKER88 Merupakan Salah Satu Website Paling Fair Dan Di Jamin 1000% Player Vs Player Alias Tanpa BOT!!. Maka Dari Itu Segera Gabung Bersama Kami Dan Menangkan Ratusan Juta Rupiah Bersama kami Di MEJAPOKER88
Kelebihan Bergabung Bersama MEJAPOKER88

=> Minimal Deposit Dan Withdraw Hanya Rp. 10.000
=> Mendapatkan Bonus Turnover 0.3% Full Tanpa Potongan Setiap Minggu!
=> Mendapatkan Bonus Refferal 20% Seumur Hidup Tanpa Batas!
=> Memiliki 6 Game Dalam 1 User Id Dengan Game Yang Sangat Menarik Dan Seru!
=> Di Jamin 1000% Player VS Player

Untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Contact / Akses Kami Di Bawah Ini:

Link Website   : MEJAPOKER88
Pin BB            : D1AB7280
WhatsApp       : +855 96 522 1917
LINE               : MEJAPOKER88
WE CHAT       : MEJAPOKER88




Share on Google Plus

About mejapoker88

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.